kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

KPEI Bidik CCP Repo Interbank Beroperasi Mulai 2027


Sabtu, 11 Juli 2026 / 13:12 WIB
KPEI Bidik CCP Repo Interbank Beroperasi Mulai 2027
ILUSTRASI. Efisiensi transaksi antarbank di Indonesia segera berubah total. KPEI targetkan CCP Repo 2027-2028 untuk keamanan dan efisiensi.  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menargetkan layanan central counterparty (CCP) untuk transaksi Repurchase Agreement (repo) Interbank mulai beroperasi secara bertahap pada 2027 hingga awal 2028. 

Direktur Utama KPEI Antonius Herman Azwar mengatakan pengembangan CCP Repo menjadi salah satu prioritas setelah implementasi CCP untuk transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar uang dan valuta asing (PUVA).

"Yang paling dekat itu adalah CCP Repo. Mudah-mudahan 2027 sampai awal 2028 bisa kami selesaikan secara bertahap," kata pria yang akrab dipanggil Anton ini, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: KPEI Kejar Pengakuan Global CCP, Bidik Kepercayaan Investor Asing

Anton menjelaskan, pembangunan CCP Repo dilakukan mengikuti roadmap Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) Bank Indonesia. Setelah repo, KPEI juga akan mendukung pengembangan produk Overnight Indexed Swap (OIS) dan Interest Rate Swap (IRS).

Direktur Keanggotaan, Riset dan Dukungan Bisnis KPEI Ignatius Denny Wicaksono menambahkan pengembangan CCP Repo menjadi bagian dari penyempurnaan infrastruktur pasar uang yang telah dibangun bersama Bank Indonesia.

"Kalau kami lihat sejalan dengan Blueprint Pengembangan Pasar Uang memang OIS dan IRS akan lanjut di tahap berikutnya. Tetapi yang paling dekat juga adalah CCP untuk repo market," ucapnya. 

Menurut Denny, transaksi repo memiliki peran penting sebagai sumber pendanaan jangka pendek bagi industri keuangan. Dus, keberadaan CCP diharapkan dapat meningkatkan keamanan sekaligus efisiensi transaksi antarbank.

Denny menyebut pasar repo yang berkembang akan memperkuat likuiditas sektor keuangan. Kehadiran CCP juga membuat pelaku pasar memiliki satu lembaga penjamin sehingga risiko transaksi dapat dikelola dengan lebih baik.

"Kenapa pasar keuangan Amerika Serikat sangat kuat? Karena semua bank dan sekuritas melakukan repo untuk mencari funding. Itu bisa terjadi karena ada CCP," kata dia.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dan Prospek Bangun Kosambi Sukses (CBDK) di Sisa Tahun 2026

Saat ini, KPEI telah mengoperasikan Triparty Repo Agent (TPA) untuk mendukung transaksi repo, termasuk kebutuhan operasi moneter Bank Indonesia. Layanan tersebut selanjutnya akan dikembangkan menjadi CCP Repo yang mencakup lebih banyak peserta pasar.

Adapun pengembangan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan kesiapan sistem serta penyesuaian dari pelaku industri. Implementasi juga akan diselaraskan dengan kebijakan regulator agar adopsinya berjalan optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×