kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Turun di Awal Perdagangan Senin (5/6) Setelah Menguat Pekan Lalu


Senin, 05 Juni 2023 / 21:27 WIB
Wall Street Turun di Awal Perdagangan Senin (5/6) Setelah Menguat Pekan Lalu
ILUSTRASI. Wall Street dibuka bergerak tipis pada hari Senin (5/6) setelah reli yang solid minggu lalu.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street dibuka bergerak tipis pada hari Senin (5/6) setelah reli yang solid minggu lalu. Investor menilai peluang Federal Reserve menghentikan kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral yang akan datang.

Senin (5/6) pukul 21.15 WIB, Dow Jone Industrial Average turun 0,29% ke 33.665. Indeks S&P 500 melemah 0,07% ke 4.279. Sedangkan Nasdaq Composite turun tipis 0,01% ke 13.240.

Wall Street menguat pada hari Jumat (2/6) setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa pertumbuhan upah moderat pada bulan Mei. Data ini meningkatkan harapan bahwa bank sentral AS dapat menahan suku bunga minggu depan. Sementara investor menyambut baik kesepakatan Washington yang menghindari bencana gagal bayar utang.

Menjelang data inflasi utama minggu depan, para pelaku pasar menilai peluang 76% bahwa Fed akan memilih untuk mempertahankan suku bunga dalam pertemuan kebijakan 13-14 Juni, menurut Fedwatch CME Group, meskipun mereka mengharapkan kenaikan lain di bulan Juli.

Baca Juga: Tinggalkan Saham dan Kripto, Investor Beralih Ke Aset Safe Haven Selama Mei 2023

"Kami sekarang menunggu titik data utama berikutnya dan untuk menentukan apakah Fed akan melewatkan atau berhenti atau mendaki," kata Thomas Hayes, Chairman Great Hill Capital LLC kepada Reuters.

Indeks S&P 500 pada Jumat lalu ditutup pada level tertinggi dalam sembilan bulan. Nasdaq yang padat teknologi mendekati puncak tertinggi dalam satu tahun terakhir. Penguatan indeks saham Wall Street didukung oleh laporan pekerjaan dan kenaikan saham teknologi megacap yang telah mengungguli pasar yang lebih luas tahun ini.

Survei dari S&P Global dan Institute for Supply Management pada aktivitas sektor jasa AS bulan Mei akan dirilis malam ini. Sementara Presiden Fed Cleveland Loretta Mester dijadwalkan untuk berbicara di sebuah acara hari ini.

Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik 0,5 poin menjadi 15,13 setelah ditutup pada level terendah sejak Februari 2020 pada hari Jumat lalu.

Baca Juga: Net Buy Asing Rp 722 Miliar Saat IHSG Naik Hari Ini (5/6), GOTO, BBCA, ASII Terbesar

Harga saham Apple Inc naik 1,0% dalam perdagangan premarket menjelang annual software developer conference. Apple diperkirakan akan mengumumkan mixed-reality headset baru.

Saham energi termasuk Exxon Mobil Corp, Chevron Corp dan Schlumberger Ltd masing-masing naik sekitar 1%, karena harga minyak melonjak 2%. Eksportir global utama Arab Saudi berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1 juta barel per hari mulai Juli.

Harga saham Palo Alto Networks Inc naik 4,9%. Perusahaan keamanan siber ini tampaknya akan menggantikan Dish Network di indeks S&P 500. Harga saham Dish turun 2,9%.

Pergerakan saham bank-bank besar AS beragam setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa regulator AS bersiap untuk memperketat aturan untuk bank-bank besar. Aturan ini dapat mencakup peningkatan persyaratan modal rata-rata sebesar 20%. Bank of America Corp datar, sementara Citigroup Inc tergelincir 0,4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×