kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Turun, Data Penjualan Ritel AS Membebani Pasar Saham


Selasa, 16 Mei 2023 / 21:21 WIB
Wall Street Turun, Data Penjualan Ritel AS Membebani Pasar Saham
ILUSTRASI. Wall Street turun di awal perdagangan Selasa (16/5) setelah data penjualan ritel tertekan.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street turun di awal perdagangan Selasa (16/5) setelah perkiraan masam dari Home Depot dan data penjualan ritel April menunjukkan konsumen merasakan tekanan dari kenaikan harga dan suku bunga. 

Selasa (16/5) pukul 21.14 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,74% ke 33.102. Indeks S&P 500 turun 0,48% ke 4.115. Sedangkan Nasdaq Composite melorot 0,29% ke 12.328.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) melaporkan penjualan ritel naik 0,4% pada bulan April. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,8%. Tetapi tren yang mendasarinya solid, meskipun ada risiko resesi yang meningkat tahun ini.

"Data penjualan ritel positif dalam beberapa bulan, tapi masih lemah," kata Jamie Cox, Managing Partner Harris Financial Group kepada Reuters.

Cox mengatakan, data penjualan ritel terbaru memperkuat laporan dari Home Depot pagi ini. Harga saham Home Depot turun 3,3%, mencapai level terendah dalam lebih dari enam bulan. Saham Home Depot membebani Dow Jones Industrial Average setelah perusahaan ini menurunkan perkiraan penjualan tahunannya.

Baca Juga: Kurs Rupiah Lanjut Melemah ke Rp 14.820 per Dolar AS, Simak Sejumlah Sentimen

Saham saingan Home Depot, Lowe's Companies Inc turun 2,9%, sementara raksasa ritel Walmart Inc turun 0,9%. Indeks ritel S&P 500 kehilangan 0,6%.

Data baru-baru ini menunjukkan ekonomi AS yang melambat. Ekonomi AS mulai merasakan tekanan dari kebijakan moneter ketat Federal Reserve. Perlambatan ekonomi juga meningkatkan ekspektasi kapan bank sentral akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga.

Tetapi Presiden Fed Cleveland Loretta Mester hari ini mengatakan bahwa dia tidak berpikir Fed berada pada titik di mana dapat mempertahankan suku bunga stabil untuk jangka waktu tertentu.

Pemerintah AS dan Kongres hari ini mencoba membuat kemajuan dalam kesepakatan untuk menaikkan plafon utang pemerintah AS sebesar US$ 31,4 triliun. Ini adalah langkah terbaru pemerintah AS untuk mencegah default utang.

Baca Juga: Merosot 0,52% Hari ini, Simak Arah IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Rabu (17/5)

Harga saham Microsoft Corp naik 0,9%, memperpanjang kenaikannya ke hari kedua setelah memenangkan persetujuan antimonopoli UE untuk akuisisi Activision senilai US$ 69 miliar pada hari Senin (15/5).

Harga saham Capital One Financial Corp melonjak 5,4%, naik paling tinggi di S&P 500. Harga saham Capital One naik setelah Berkshire Hathaway Inc pada hari Senin mengungkapkan telah mulai berinvestasi di pemberi pinjaman konsumen.

Berkshire juga menambah kepemilikan di HP Inc, mengirimkan sahamnya naik 0,8%. Perusahaan investasi ini melepaskan saham di bank regional US Bancorp, yang merosot 0,1%.

Harga saham Horizon Therapeutics anjlok 18,4%. Pasalnya, Komisi Perdagangan Federal diperkirakan akan mengajukan gugatan untuk memblokir kesepakatan Amgen Inc senilai US$ 27,8 miliar untuk membeli perusahaan tersebut. Saham Amgen turun 0,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×