kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Perkasa: Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Ditutup Menguat


Jumat, 29 September 2023 / 05:00 WIB
Wall Street Perkasa: Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Ditutup Menguat
ILUSTRASI. Wall Street ditutup perkasa dengan tiga indeks utama menguat


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup menguat dengan tiga indeks utama tampil perkasa karena investor menilai kumpulan data ekonomi terbaru dan lonjakan imbal hasil US Treasury terhenti jelang laporan data inflasi Amerika Serikat (AS).

Kamis (28/9), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 116,07 poin atau 0,35% menjadi 33.666,34, indeks S&P 500 menguat 25,19 poin atau 0,59% ke 4.299,70 dan indeks Nasdaq Composite menguat 108,43 poin atau 0,83% ke 13.201,28.

Di antara sektor pada indeks S&P 500, sektor jasa komunikasi naik 1,2%. Disusul, sektor material yang menguat 1%. Sektor utilitas yang sensitif terhadap suku bunga terlihat melemah 2,2%, melanjutkan penurunannya baru-baru ini.

Walau ditutup menguat, indeks S&P 500 sudah turun lebih dari 6% sejak akhir Juli 2023, tetapi tetap naik sekitar 12% sepanjang 2023.

Baca Juga: Wall Street Memerah Terseret Kekhawatiran Atas Suku Bunga The Fed

Pada perdagangan sesi ini, investor juga mengamati perkembangan di Washington, untuk melihat apakah anggota parlemen AS dapat menghindari penutupan pemerintahan AS.

Pergerakan imbal hasil US Treasury baru-baru ini ke level tertinggi dalam 16 tahun telah membayangi pasar saham, yang telah mundur setelah Federal Reserve (The Fed) di pekan lalu mengisyaratkan prospek suku bunga jangka panjang yang hawkish.

Patokan imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun yang berhenti di sekitar 4,6% membawa "kelegaan," kata Matt Stucky, manajer portofolio senior di Northwestern Mutual Wealth Management Co.

“Pasar secara umum dalam beberapa hari terakhir benar-benar bergejolak,” kata Stucky.

"Sedikit reli yang berlawanan dengan tren diperkirakan akan terjadi setelah tiga atau empat hari negatif yang cukup tajam."

Sementara itu, data menunjukkan, perekonomian AS mempertahankan laju pertumbuhan yang cukup solid pada kuartal kedua.

Pembacaan terpisah menunjukkan klaim pengangguran awal naik sedikit pada minggu lalu dan penurunan kontrak pembelian rumah yang ada pada bulan Agustus lebih tinggi dari perkiraan.

Investor menantikan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi pada hari Jumat untuk mengetahui pandangan terbaru mengenai inflasi.

“Ini adalah data AS yang paling penting minggu ini, dan ada antisipasi yang berkembang bahwa data tersebut tidak akan menjadi terlalu panas,” kata Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco.

Baca Juga: IHSG Diramal Menguat Terbatas pada Jumat (29/9), Ini Rekomendasi Saham dari Analis

Di Washington, Senat AS yang dipimpin oleh Partai Demokrat terus maju dengan rancangan undang-undang pendanaan sementara bipartisan yang bertujuan untuk mencegah penutupan sebagian pemerintah untuk keempat kalinya dalam satu dekade.

Dewan Perwakilan Rakyat bersiap untuk melakukan pemungutan suara terhadap rancangan undang-undang belanja Partai Republik yang partisan, namun tidak ada peluang untuk menjadi undang-undang.

Dalam berita perusahaan, saham Micron Technology turun 4,4% setelah perusahaan chip tersebut memperkirakan kerugian lebih besar dari perkiraan analis.

Saham Accenture merosot 4,3% setelah perusahaan layanan TI tersebut memperkirakan pendapatan setahun penuh dan pendapatan kuartal pertama di bawah target Wall Street.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×