kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Wall Street naik dipicu pelonggaran pembatasan Huawei telah menopang saham teknologi


Rabu, 22 Mei 2019 / 04:41 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham-saham perusahaan teknologi membantu mengangkat Wall Street pada perdagangan Selasa (21/5), setelah Amerika Serikat (AS) sementara melonggarkan pembatasan terhadap perusahaan China Huawei Technologies Co Ltd.

Langkah ini mampu mengurangi kekhawatiran investor terhadap tekanan kinerja perusahaan teknologi di masa depan.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 197,43 poin, atau 0,77% menjadi 25.877,33, S&P 500 naik 24,13 poin, atau 0,85% menjadi 2.864,36 dan Nasdaq Composite menambahkan 83,35 poin, atau 1,08% menjadi 7.785,72.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan. Sehingga berimbas pada kerja sama bisnis perusahaan telekomunikasi terbesar dunia itu dengan mitranya. Banyak perusahaan pembuat chip yang menangguhkan penjualannya ke Huawei.

Namun Senin (20/5) malam, AS memberikan lisensi kepada Huawei untuk membeli barang-barang AS hingga 19 Agustus. Langkah ini langsung disambut pasar.

Saham pemasok Huawei seperti Intel Corp, Qualcomm Inc, Xilinx Inc dan Broadcom Inc naik antara 1% dan 4,6%. Saham teknologi naik 1,2% sekaligus menopang kenaikan indeks acuan S&P 500.

"Kelompok-kelompok yang telah terpukul selama beberapa hari terakhir telah mendapat penangguhan hukuman," kata Keith Lerner, chief market strategist SunTrust Advisory Services di Atlanta.

"Huawei menggunakan teknologi cloud. Ini berbasis luas dalam berapa banyak perusahaan yang terhubung dengannya."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×