kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Wall Street Menguat Senin (3/8), Dow Jones Cetak Rekor Penutupan Tertinggi


Selasa, 04 Agustus 2026 / 05:20 WIB
Wall Street Menguat Senin (3/8), Dow Jones Cetak Rekor Penutupan Tertinggi
ILUSTRASI. Global Markets - Wall Street (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) memulai perdagangan Agustus dengan kinerja positif pada Senin (3/8/2026).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada level rekor tertinggi, didorong optimisme meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu penurunan harga minyak serta imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (3 Agustus 2026), NCKL dan INDY Disorot

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 693,38 poin atau 1,32% ke level 53.178,41, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi.

Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 110,78 poin atau 1,48% menjadi 7.600,50 dan Nasdaq Composite melonjak 540,04 poin atau 2,13% ke level 25.913,90.

Pasar saham sempat tertekan sepanjang Juli akibat kekhawatiran terhadap prospek industri AI, konflik AS-Iran, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di sisi lain, saham Bristol Myers Squibb naik tipis 0,2% setelah muncul laporan mengenai pembicaraan awal merger dengan AstraZeneca. Jika terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi membentuk salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan valuasi mendekati US$ 400 miliar.

Sebaliknya, saham operator hotel Marriott International anjlok 7% setelah perusahaan memproyeksikan laba kuartal ketiga di bawah ekspektasi pasar.

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 708 Miliar di Awal Agustus, Cek Saham yang Banyak Dijual

Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Minggu (2/8) mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz akan berlangsung pada Senin. Meski demikian, Iran membantah adanya rencana perundingan tersebut.

Harga minyak mentah ditutup merosot sekitar 5%, sehingga turut menekan yield Treasury AS. Penurunan tersebut terjadi meski pelaku pasar masih mencermati peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) apabila konflik dengan Iran berlangsung lebih lama.

"Setiap hari investor bangun dan melihat harga minyak serta yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Jika keduanya turun, pasar cenderung positif. Namun jika naik, sentimen pasar langsung memburuk," ujar Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan.

Ia menambahkan, musim laporan keuangan biasanya menjadi momen bagi investor untuk mengabaikan berbagai risiko makroekonomi. Namun, kondisi kali ini berbeda karena ketidakpastian global masih membayangi pasar.

Baca Juga: Cermati Saham-Saham yang Banyak Diborong Asing di Awal Agustus 2026

Sektor teknologi dan komunikasi memimpin

Sektor layanan komunikasi menjadi penggerak utama kenaikan indeks S&P 500 dengan melonjak 4,3%, ditopang penguatan saham Meta Platforms dan Alphabet. Sebaliknya, sektor energi menjadi yang berkinerja terburuk setelah turun 1,2% seiring anjloknya harga minyak.

Laporan keuangan emiten juga terus memberikan dorongan bagi pasar. Berdasarkan data LSEG, dari 304 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan hingga Jumat lalu, laba perusahaan tumbuh rata-rata 29,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 85,2% perusahaan mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi analis.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 5%, Pasar Reda Setelah Trump Batalkan Serangan ke Iran

Saham Amazon menguat 4,6% setelah kapitalisasi pasarnya melampaui US$ 3 triliun untuk pertama kalinya menyusul laporan kinerja yang dirilis pekan lalu.

Sementara itu, saham SpaceX melonjak 5,6% menjelang publikasi laporan keuangan kuartalan pertamanya sebagai perusahaan terbuka yang dijadwalkan pada Selasa.

Saham perusahaan tersebut sebelumnya diperdagangkan di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$ 135 selama hampir tiga pekan sejak melantai di bursa pada pertengahan Juni.

Investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), seperti Advanced Micro Devices (AMD), serta perusahaan penyimpanan data SanDisk dan Western Digital.

Presiden Federal Reserve New York, John Williams menyatakan optimistis tekanan inflasi akan terus mereda secara bertahap.

Baca Juga: Wall Street Menguat di Awal Agustus, Harapan Damai Timur Tengah Menguat

Namun, pasar juga mencermati laporan pekan lalu yang menyebut Ketua The Fed Kevin Warsh mengusulkan pengurangan frekuensi rapat penetapan suku bunga. Usulan tersebut memicu kekhawatiran mengenai berkurangnya kejelasan arah kebijakan moneter bank sentral.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 64,5% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan September mendatang.

Sepanjang pekan ini, investor juga akan mencermati serangkaian data pasar tenaga kerja AS yang berpuncak pada rilis laporan ketenagakerjaan pemerintah pada Jumat mendatang.

Dari sisi perdagangan, saham yang menguat mengungguli saham yang melemah dengan rasio 2,62 banding 1 di NYSE dan 3,01 banding 1 di Nasdaq.

Di S&P 500 tercatat 15 saham menyentuh level tertinggi baru dalam 52 pekan dan satu saham mencatat level terendah baru. Sementara di Nasdaq, sebanyak 121 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 96 saham menyentuh level terendah baru.

Volume transaksi di seluruh bursa saham AS mencapai 19,36 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 17,66 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×