kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Wall Street Menguat, Saham Teknologi dan Optimisme AI Angkat Sentimen Pasar


Selasa, 09 Juni 2026 / 22:04 WIB
Wall Street Menguat, Saham Teknologi dan Optimisme AI Angkat Sentimen Pasar
ILUSTRASI. Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026), didorong kenaikan saham-saham teknologi (REUTERS/Andrew Kelly)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (9/6/2026), didorong kenaikan saham-saham teknologi untuk hari kedua berturut-turut setelah mengalami tekanan pada pekan lalu. Sentimen pasar juga membaik seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Saham produsen chip seperti Intel, Broadcom, dan Micron Technology mencatat kenaikan antara 1,5% hingga 3,2%. Sementara itu, saham Applied Digital melonjak hampir 11% setelah perusahaan menandatangani kontrak sewa pusat data kecerdasan buatan (AI) senilai US$ 5,2 miliar dengan sebuah hyperscaler yang berbasis di Amerika Serikat.

Indeks Philadelphia Semiconductor naik 2,3%, sedangkan indeks teknologi S&P 500 menguat 0,7%.

Pada pekan sebelumnya, saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan sempat tertekan setelah proyeksi bisnis Broadcom yang mengecewakan memicu kekhawatiran mengenai tingginya valuasi sektor tersebut, terutama pada saham-saham semikonduktor yang telah mencatat reli signifikan sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Rupiah Menguat Jadi Rp 18.058 per Dolar AS Selasa (9/6), Ini Faktor Pendorongnya

Chief Executive Officer (CEO) Mahoney Asset Management, Ken Mahoney, mengatakan pasar masih mampu bertahan karena ekspektasi kinerja perusahaan terus meningkat.

"Alasan mengapa saya melihat pasar masih bertahan dengan cukup baik adalah karena para analis masih belum selesai menaikkan proyeksi mereka," ujar Mahoney.

Ia menambahkan, meskipun pasar masih dibayangi kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga, inflasi, dan ketidakpastian di Timur Tengah, ekspektasi laba perusahaan yang kuat, terutama di sektor teknologi, tetap menjadi pendorong utama penguatan pasar.

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sebanyak delapan sektor bergerak di zona hijau. Sektor consumer discretionary memimpin penguatan dengan kenaikan 1,6%.

Saham Alphabet dan Meta Platforms masing-masing naik sekitar 2%, sehingga mendorong indeks layanan komunikasi menguat 1,4%.

Di sisi geopolitik, Iran dan Israel pada Senin menyatakan telah menghentikan serangan satu sama lain setelah adanya seruan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kondisi tersebut membuat kedua negara kembali menjalankan gencatan senjata yang rapuh yang diumumkan pada 8 April.

Sementara itu, harga minyak dunia turun lebih dari 2%, menghapus sebagian besar kenaikan pada sesi sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar masih berhati-hati karena upaya diplomatik belum menghasilkan kesepakatan damai yang permanen dan Selat Hormuz masih ditutup.

Pada pukul 09.42 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average naik 383,86 poin atau 0,76% menjadi 51.169,87. Indeks S&P 500 menguat 54,33 poin atau 0,73% menjadi 7.460,06, sedangkan Nasdaq Composite naik 196,75 poin atau 0,76% ke level 26.126,41.

Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 melonjak 1,8%.

Optimisme terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan serta prospek pertumbuhan yang kuat telah menopang reli Wall Street hingga mencetak rekor dalam beberapa pekan terakhir. Kini perhatian investor mulai beralih ke sejumlah penawaran saham perdana (IPO) yang dinantikan, termasuk SpaceX dan OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT.

Namun, debut pasar SpaceX dengan valuasi mencapai US$ 1,75 triliun pada Jumat mendatang juga berpotensi menjadi tantangan bagi pasar saham AS karena memunculkan kekhawatiran mengenai euforia berlebihan terhadap saham-saham teknologi berpertumbuhan tinggi.

SpaceX milik Elon Musk disebut menargetkan penghimpunan dana sebesar US$ 75 miliar, yang berpotensi menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal Saham CPIN, ESSA, PTBA untuk Rabu (10/6)

Investor juga menanti data inflasi konsumen Amerika Serikat untuk Mei yang akan dirilis Rabu. Data tersebut diperkirakan memberikan petunjuk baru mengenai dampak kenaikan harga energi akibat perang Iran terhadap inflasi.

Sebelumnya, laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat lalu telah meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini. Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 43% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.

Di luar sektor teknologi, saham pengembang obat kanker Nuvalent melonjak hampir 40% setelah GSK menyepakati akuisisi perusahaan tersebut senilai US$ 10,6 miliar. Transaksi terbesar GSK dalam beberapa tahun terakhir itu memberikan valuasi sekitar US$ 124 per saham bagi Nuvalent atau sekitar 40% lebih tinggi dibandingkan harga penutupan sebelumnya.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat mengungguli saham yang melemah dengan rasio 3,16 banding 1 di Bursa Efek New York (NYSE) dan 2,99 banding 1 di Nasdaq.

Indeks S&P 500 mencatat 16 saham yang menyentuh level tertinggi baru dalam 52 pekan terakhir dan empat saham yang mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite membukukan 94 saham pada level tertinggi baru dan 48 saham pada level terendah baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×