kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Wall Street menembus rekor menatap FOMC


Rabu, 14 Juni 2017 / 05:51 WIB


Sumber: Antara,Xinhua | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Wall Street ditutup menguat pada Selasa (13/6) atau Rabu pagi WIB, dengan indeks Dow dan S&P 500 mencetak rekor penutupan baru. Di saat Federal Reserve memulai pertemuan dua hari kebijakannya.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 92,80 poin atau 0,44 % menjadi 21,328.47 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,96 poin atau 0,45 % menjadi berakhir di 2.440,35 poin. Indeks komposit Nasdaq naik 44,90 poin atau 0,73 % menjadi ditutup pada 6.220,37 poin.

Para analis secara luas memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya sebesar seperempat poin pada pertemuan ini. Ekuitas diperdagangkan lebih tinggi meski ekspektasi seperti itu telah diperhitungkan oleh Wall Street.

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Juni mencapai 99,6 % pada Selasa (13/6), menurut alat FedWatch CME Group.

Investor juga akan melihat dengan seksama petunjuk tentang bagaimana Federal Reserve berencana untuk melepas neracanya yang besar US$ 4,5 triliun.

Saham-saham teknologi, yang menyaksikan penurunan dua hari terbesar mereka sejak Desember dalam dua sesi terakhir, pulih dengan cepat pada Selasa (13/6), memberikan beberapa dorongan naik bagi pasar.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir tidak berubah pada Mei, disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/6).

Pada basis yang tidak disesuaikan, indeks permintaan akhir meningkat 2,4 % untuk 12 bulan yang berakhir pada Mei.

"Harga grosir sedikit moderat pada Mei, namun tren kenaikan harga inti belum berbalik. Sementara itu, penurunan inflasi konsumen - di AS dan secara global - tidak mungkin didorong oleh PPI kecuali jika PPI meningkat lebih jauh," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×