kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Melemah, Investor Menanti Rilis Data Ekonomi AS


Senin, 14 Agustus 2023 / 21:29 WIB
Wall Street Melemah, Investor Menanti Rilis Data Ekonomi AS
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (14/8). REUTERS/Brendan McDermid


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (14/8). Saham Tesla memimpin pelemahan. Sementara investor menunggu laporan data ekoomi AS akhir pekan ini untuk mengukur kekuatan belanja konsumen.

Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan bursa, indeks S&P 500 dibuka melemah 5,92 poin, atau 0,13% ke level 4.458,13, Nasdaq Composite turun 45,85 poin, atau 0,34%, ke level 13.599,00 dan Dow Jones Industrial Average turun 7,51 poin, atau 0,02%, ke level 35.273,89.

Setelah kenaikan kuat tahun ini, saham AS telah kehilangan momentum pada Agustus, dengan Nasdaq yang padat teknologi membukukan penurunan dua minggu berturut-turut untuk pertama kalinya pada 2023 pada hari Jumat.

Baca Juga: Indeks Utama Wall Street Ditutup Variatif Merespons Data Ekonomi AS

Data harga produsen AS yang lebih panas dari perkiraan minggu lalu memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, menaikkan imbal hasil Treasury AS dan membebani teknologi besar yang sensitif terhadap suku bunga dan saham pertumbuhan.

"Kami telah mengalami beberapa fluktuasi intraday dan sangat mungkin kami akan mengalami fluktuasi lanjutan. Investor pada dasarnya tetap di sela-sela sampai kami mendapatkan berita ekonomi minggu ini," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities.

Sebagian besar saham pertumbuhan megacap memangkas kenaikan awal dalam perdagangan premarket pada hari Senin. Saham Nvidia flat dan saham Apple naik 0,1%.

Saham Tesla turun 2,6% setelah produsen mobil listrik itu mengatakan telah memangkas harga di China untuk beberapa versi Model Y.

Pasar uang melihat peluang hampir 89% bahwa Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah bulan depan, dengan para pedagang bertaruh bank sentral akan mempertahankannya pada tingkat itu untuk sisa tahun ini, menurut alat Fedwatch CME Group.

Goldman Sachs mengharapkan The Fed untuk mulai memangkas suku bunga pada kuartal kedua tahun 2024, tetapi telah memperingatkan bahwa suku bunga dapat tetap stabil jika inflasi tidak cukup cepat melandai.

Baca Juga: Wall Street Terjun, Saham Pertumbuhan Jatuh Setelah Rilis Data Harga Produsen

Fokus pasar akan tertuju pada ilis pendapatan kuartalan dari peritel besar AS termasuk Walmart dan Target minggu ini. 

Pasar juga menanti rilis data ekonomi mencakup penjualan ritel untuk bulan Juli serta produksi industri dan angka klaim pengangguran.

Membatasi sentimen pasar global adalah kekhawatiran tentang sektor properti China yang sangat berpengaruh setelah pengembang properti swasta terkemuka negara itu mengatakan akan menangguhkan perdagangan obligasi onshore mulai Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×