Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (23/2/2026).
Tekanan datang dari kombinasi kekhawatiran tergesernya sejumlah sektor akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta munculnya kembali ketidakpastian kebijakan tarif, menyusul putusan Mahkamah Agung AS dan respons keras Presiden Donald Trump.
Ketiga indeks utama Wall Street kompak turun lebih dari 1%.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 821,91 poin, atau 1,66%, menjadi 48.804,06, S&P 500 kehilangan 71,76 poin, atau 1,04%, menjadi 6.837,75 dan Nasdaq Composite kehilangan 258,80 poin, atau 1,13%, menjadi 22.627,27.
Aksi jual meluas mencerminkan investor yang kembali menghindari saham berisiko tinggi.
Baca Juga: Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Nvidia, Sinyal Pemangkasan Bunga Meredup
Tekanan paling besar datang dari sektor keuangan yang jatuh 3,3% dan saham perangkat lunak yang anjlok 4,3%. Pasar khawatir adopsi AI akan mengganggu model bisnis lama dan memicu biaya besar bagi perusahaan.
"Pasar bereaksi dengan pola jual dulu, nilai kemudian," kata Tom Hainlin dari U.S. Bank Wealth Management, menegaskan bahwa ketidakpastian membuat investor memilih sikap defensif.
Sentimen makin rapuh setelah Mahkamah Agung AS memutuskan Trump melampaui kewenangannya saat memberlakukan tarif timbal balik berbasis undang-undang darurat.
Meski putusan itu bukan kejutan, ancaman Trump untuk mengenakan tarif sementara 15% atas seluruh impor kembali memantik kecemasan pasar. Di tengah situasi itu, emas melonjak 2,6% sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga: Wall Street Naik Tajam Pasca Komentar Trump tentang China, Saham Broadcom Melonjak
Faktor non-ekonomi turut memperparah tekanan. Badai musim dingin hebat melumpuhkan perjalanan di wilayah Timur Laut AS, dengan pembatalan penerbangan di bandara sekitar New York City mencapai 89%–98%.
Saham maskapai dan sektor perjalanan masing-masing turun sekitar 3,8% dan 3,7%, sementara indeks transportasi melemah 2,9%.
Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal IV mendekati akhir. Dari emiten yang telah melapor, 73% mencatatkan kinerja di atas ekspektasi. Proyeksi pertumbuhan laba tahunan agregat S&P 500 kini naik menjadi 13,9%, jauh di atas perkiraan awal tahun.
Perhatian investor pekan ini tertuju pada laporan Nvidia, barometer utama saham AI, serta sejumlah emiten besar lain.
Pergerakan saham individual tetap kontras. Sektor kesehatan justru naik 1,2%, didorong lonjakan 4,9% saham Eli Lilly setelah obat pesaing dari Novo Nordisk dinilai kurang unggul dalam uji coba.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Tajam, Terseret Pelemahan Saham Teknologi Besar
Domino's Pizza menguat 4,1% berkat penjualan toko sejenis kuartal IV yang melampaui perkiraan, sementara PayPal melonjak 5,8% setelah laporan minat akuisisi.
Secara keseluruhan, tekanan jual masih dominan. Di Bursa New York, saham turun mengungguli yang naik dengan rasio 2,2 banding 1. Gambaran ini menegaskan satu hal: pasar sedang menilai ulang risiko, di tengah tumpukan isu AI, tarif, dan ketidakpastian global yang belum mereda.
Selanjutnya: Pedoman Penting: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Sragen Demi Ibadah Sempurna
Menarik Dibaca: Pedoman Penting: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Sragen Demi Ibadah Sempurna
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)