kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Dolar AS Tertekan di Akhir Pekan, Waspadai Berbalik Arah Terdorong Kenaikan Inflasi


Minggu, 26 April 2026 / 15:27 WIB
Dolar AS Tertekan di Akhir Pekan, Waspadai Berbalik Arah Terdorong Kenaikan Inflasi
ILUSTRASI. Pergerakan harga minyak dunia picu inflasi. Lihat dampaknya pada dolar AS dan strategi investasi valas ke depan.(REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas mata uang utama dunia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada akhir pekan lalu. 

Namun, pelaku pasar masih mencermati arah pergerakan harga minyak dan kebijakan suku bunga global yang akan menentukan tren selanjutnya.

Berdasarkan data Trading Economics pada penutupan Jumat (24/4/2026), pasangan EUR/USD naik 0,33% ke level 1,17. GBP/USD juga menguat 0,48% ke 1,35, diikuti AUD/USD yang naik 0,35% ke 0,71 dan NZD/USD yang menguat 0,48% ke 0,68.

Sementara itu, USD/JPY turun 0,20% ke level 159,37 dan USD/CHF melemah 0,19% ke posisi 0,78, menandakan pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah, Ini Proyeksi Senin (27/4)

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pergerakan pasar valuta asing saat ini sangat dipengaruhi oleh volatilitas harga minyak dunia yang berpotensi mendorong kenaikan inflasi global.

“Tren ke depan akan tergantung pada seberapa agresif bank-bank sentral dalam menaikkan suku bunga,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Menurut dia, jika harga minyak dunia tetap tinggi, maka dolar AS berpeluang kembali menguat karena didukung ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Sebaliknya, jika harga energi mereda, tekanan terhadap dolar AS juga berpotensi berlanjut.

Dalam jangka pendek, Lukman menilai pergerakan dolar masih akan fluktuatif seiring tarik-menarik sentimen tersebut. Meski demikian, tren penguatan dolar masih berpotensi berlanjut jika tekanan inflasi meningkat.

Untuk itu, diversifikasi portofolio tetap disarankan, mengingat prospek dolar AS dalam jangka menengah hingga panjang masih diliputi ketidakpastian.

Sejumlah mata uang seperti franc Swiss (CHF), dolar Kanada (CAD), dan dolar Australia (AUD) dinilai relatif lebih tangguh. 

CHF ditopang oleh statusnya sebagai aset safe haven, CAD oleh dukungan harga energi, sementara AUD diuntungkan oleh eksposur terhadap komoditas serta prospek ekonomi China.

Baca Juga: Kinerja Tumbuh Solid, IRRA Masih Layak Dikoleksi? Ini Kata Analis

"Ketiganya menarik sebagai bagian dari diversifikasi, terutama untuk mengurangi eksposur terhadap dolar AS dan memanfaatkan peluang dari siklus komoditas global," kata Lukman.

Untuk kuartal II-2026, Lukman memperkirakan EUR/USD bergerak di kisaran 1,14–1,18, GBP/USD di 1,32–1,36, USD/CHF di 0,77–0,80, AUD/USD di 0,68–0,72, serta USD/CAD di rentang 1,36–1,38.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×