Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada Selasa (21/4/2026), didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) dan kinerja keuangan emiten yang solid, di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah.
Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 245,8 poin atau 0,50% ke 49.688,37 saat pembukaan.
Sementara S&P 500 menguat 0,19% ke 7.122,64 dan Nasdaq Composite naik 0,25% ke 24.465,34.
Baca Juga: Begini Respon OJK Soal Keputusan MSCI
Sentimen positif datang dari prospek sektor teknologi berbasis AI. JPMorgan bahkan menaikkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500, seiring ekspektasi pertumbuhan laba yang didorong sektor teknologi.
Di sisi lain, Amazon mengumumkan rencana investasi hingga US$25 miliar ke perusahaan AI Anthropic menegaskan, komitmen raksasa teknologi untuk terus memperluas ekspansi di bidang kecerdasan buatan. Saham Amazon pun naik 2,7%.
Pelaku pasar juga mencermati sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon ketua bank sentral AS.
Proses ini dinilai krusial karena dapat memengaruhi arah kebijakan moneter ke depan, terlebih di tengah dinamika hubungan antara Presiden Donald Trump dan pimpinan Federal Reserve saat ini, Jerome Powell.
Baca Juga: Tekanan Bagi IHSG Makin Berat, Imbas Keputusan MSCI
Meski ketidakpastian geopolitik masih membayangi, terutama terkait konflik Iran dan Amerika Serikat, optimisme terhadap AI dan kinerja emiten mampu menahan aksi jual investor.
Analis Goldman Sachs menilai, pasar saham AS berpotensi mencetak rekor baru dalam beberapa bulan ke depan, didukung pertumbuhan laba yang berkelanjutan.
Data menunjukkan sekitar 87,5% emiten dalam indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan melampaui ekspektasi analis, jauh di atas rata-rata historis 67,4%.
Dari sisi sektoral, saham layanan kesehatan mencatat penguatan. UnitedHealth melonjak 7,5% di pre-market setelah menaikkan proyeksi laba tahunan. Saham CVS Health dan Humana masing-masing naik lebih dari 3% dan 5,4%.
Baca Juga: Rupiah Melemah Tekan Margin, Seleksi Saham Kesehatan Jadi Kunci
Sebaliknya, saham GE Aerospace turun 4,6% setelah memperingatkan prospek bisnis yang lebih menantang akibat tingginya harga minyak, keterbatasan pasokan bahan bakar, dan perlambatan ekonomi global.
Dalam beberapa hari terakhir, pasar bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan konflik Timur Tengah, termasuk dinamika di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.
Analis menilai, dalam jangka pendek, pergerakan pasar saham akan tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik, meski fundamental perusahaan dan tren AI masih menjadi penopang utama sentimen investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













