kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Free Float TPIA Mencapai 25,7%, Berpotensi Tarik Investor Kakap


Jumat, 12 Juni 2026 / 16:56 WIB
Free Float TPIA Mencapai 25,7%, Berpotensi Tarik Investor Kakap
ILUSTRASI. Chandra Asri Group (Chandra Asri Group/Chandra Asia Pacific (TPIA))


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) telah adanya transaksi penyeimbangan kepemilikan saham (shareholding rebalancing) oleh salah satu pemegang saham strategis jangka panjangnya, SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC).

Setelah transaksi, kepemilikan SCGC di TPIA berkurang dari 29,38% menjadi sekitar 15,71%, namun SCGC tetap menjadi salah satu pemegang saham strategis jangka panjang Perseroan. Di sisi lain, porsi saham publik (free float) TPIA meningkat menjadi sekitar 25,7%. 

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyatakan bahwa peningkatan free float diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta memperluas akses bagi investor domestik dan internasional.

“Peningkatan free float tidak hanya mendukung pemenuhan ketentuan regulator pasar modal, tetapi juga memperkuat likuiditas saham dan meningkatkan daya tarik TPIA di mata investor,” kata Erwin dalam keterangannya, Senin (8/6/2026)

Baca Juga: Saham Publik Chandra Asri (TPIA) Naik Jadi 25,7% Setelah Ada Rebalancing

Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa kenaikan porsi saham free float disambut positif oleh pelaku pasar.

Alasannya, semakin besar saham yang beredar di publik, biasanya perdagangan saham perusahaan seperti TPIA jadi lebih ramai. Akibatnya, likuiditas atau kemudahan jual-beli saham juga meningkat. “Saham pun jadi lebih aktif diperdagangkan dan lebih menarik, terutama bagi investor besar,” kata Nafan, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, investor institusi seperti dana pensiun, manajer investasi, dan global funds biasanya punya syarat tertentu sebelum berinvestasi. Salah satunya adalah besarnya free float. Jika free float sudah melewati batas tertentu, misalnya di atas 15%, maka saham tersebut dianggap lebih layak dan masuk radar mereka.

Dengan kondisi itu, kata Nafan, peluang masuknya dana besar (big money) ke saham TPIA jadi lebih terbuka. Selain itu, free float juga berpengaruh pada perhitungan bobot saham dalam indeks global seperti MSCI Inc. dan FTSE Russell. Jika bobot TPIA di indeks tersebut naik, maka bisa memicu pembelian otomatis dari dana pasif  yang mengikuti indeks tersebut.

Nafan bilang, free float yang lebih besar bisa meningkatkan kepercayaan investor saat perusahaan melakukan aksi korporasi, seperti rights issue atau penerbitan obligasi. Dengan lebih banyak investor dan likuiditas yang lebih baik, perusahaan jadi lebih mudah mendapatkan pendanaan dari pasar.

Baca Juga: BEI Rombak Papan Perdagangan, 26 Emiten Naik ke Papan Utama, TPIA Salah Satunya

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi tertanggal 27 Mei 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan 26 emiten yang masuk dalam daftar Papan Utama, termasuk TPIA dari yang sebelumnya tercatat di Papan Pengembangan.

Menurut Erwin Ciputra, saham TPIA  kembali ditinjau dan masuk ke Papan Utama mencerminkan bahwa perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis, menerapkan tata kelola yang baik, dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Erwin juga menilai pencatatan di Papan Utama menjadi momentum penting bagi Chandra Asri Group untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan, terutama melalui penguatan bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.

Ke depan, perusahaan akan fokus meningkatkan kinerja operasional, daya saing, serta pengembangan bisnis berkelanjutan, termasuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja. “ujuannya adalah memperkuat fondasi perusahaan sekaligus memberikan nilai jangka panjang bagi semua pihak terkait.” pungkas Erwin Ciputra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×