kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Prospek BUMI Usai Diversifikasi ke Bisnis Non Batubara


Jumat, 12 Juni 2026 / 21:53 WIB
Prospek BUMI Usai Diversifikasi ke Bisnis Non Batubara
ILUSTRASI. PT Bumi Resources Tbk (Dok/BUMI)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sedang mulai menjalankan rencana untuk mengurangi ketergantungan bisnisnya pada batu bara. Langkah ini sudah masuk tahap pelaksanaan, bukan hanya wacana lagi. Perubahan arah bisnis ini dinilai bisa membuat BUMI lebih unggul dibanding perusahaan sejenis (kompetitor) di industri yang sama.

Fokus utama perubahan tersebut adalah masuk ke sektor mineral strategis. Saat ini, BUMI sedang berinvestasi di beberapa proyek yang sudah memasuki tahap pengembangan dan persiapan produksi.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Wolfram Limited yang berada di Queensland, Australia. Perusahaan menargetkan kegiatan penambangan bisa dimulai pada April 2026, lalu produksi komersialnya diperkirakan mulai antara Mei hingga Juli 2026.

Pada tahun pertama operasinya, Wolfram ditargetkan menghasilkan sekitar 12.000–15.000 ton copper equivalent. Prospek proyek tersebut semakin menarik setelah Wolfram memperoleh kontrak offtake selama tujuh tahun dengan Glencore untuk seluruh output tambang dari operasi Mt. Carlton.

Baca Juga: Kinerja Bumi Resources (BRMS) Diproyeksi Meningkat, Simak Rekomendasi Sahamnya

Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai kontrak offtake 7 tahun dengan Glencore menjadi faktor kunci yang memberi kepastian komersial bagi proyek Wolfram milik BUMI. Hal ini membedakan Wolfram dari banyak proyek tambang lain yang masih menghadapi ketidakpastian pasar. 

Offtake 7 tahun dengan Glencore memberi commercial certainty bagi Wolfram. BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas untuk hasil produksinya,” kata Cliff, Jumat (12/6/2026).

Selain Wolfram, BUMI juga menyiapkan Jubilee Metals Limited (JML) yang ditargetkan mulai produksi pada kuartal IV 2026, serta rencana akuisisi 45% PT Laman Mining yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Ketiga aset ini dinilai akan menjadi fondasi utama pengembangan bisnis non-batubara BUMI.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Turun, Ini Proyeksi hingga Akhir Kuartal III

Cliff menambahkan, kombinasi aset tersebut berpotensi membuat BUMI lebih unggul dibandingkan pesaing karena transformasi bisnisnya sudah berjalan nyata, sementara bisnis batubara masih solid dan efisien. Jika Wolfram, JML, dan Laman Mining mulai berkontribusi signifikan, target komposisi EBITDA 50:50 antara batubara dan non-batubara berpotensi tercapai lebih cepat dari target 2031.

Di tengah proses diversifikasi, bisnis inti batu bara BUMI tetap solid pada kuartal I/2026. Pendapatan naik 19,7% menjadi US$417,7 juta. Laba sebelum pajak melonjak 93,1% secara tahunan, sementara laba bersih tumbuh 36,6% menjadi US$ 41,1 juta.

Kinerja ini ditopang oleh peningkatan produksi dan penjualan serta perbaikan efisiensi tambang. Produksi batu bara naik 12% menjadi 19,2 juta ton, dan penjualan naik 14% menjadi 19,1 juta ton. Strip ratio juga membaik menjadi 7,7x dari 8,4x tahun sebelumnya.

Menurut Cliff,  kombinasi bisnis batu bara yang masih kuat dan mulai matangnya proyek non-coal membuat prospek pertumbuhan BUMI semakin menarik dibanding banyak emiten batu bara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×