kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Rupiah Ditutup di Rp 17.860 per Dolar AS, Peluang Kembali ke Rp 18.000 Mengecil


Jumat, 12 Juni 2026 / 18:11 WIB
Rupiah Ditutup di Rp 17.860 per Dolar AS, Peluang Kembali ke Rp 18.000 Mengecil
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan. Dukungan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan kembali masuknya aliran modal asing ke instrumen domestik menjadi penopang utama mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6), menguat 0,72% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.989 per dolar AS. Secara mingguan, rupiah menguat 0,98% dari posisi Rp 18.188 per dolar AS pada awal pekan.

Penguatan juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Nilai tukar rupiah bergerak dari Rp 18.171 per dolar AS pada Senin (8/6) menjadi Rp 17.921 per dolar AS pada Jumat (12/6), atau menguat sekitar 1,38% dalam sepekan.

Baca Juga: Catat Laba Rp 1,31 Triliun di 2025, PT Timah (TINS) Tebar Dividen Rp 656,8 Miliar

Pengamat pasar modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menilai penguatan rupiah tidak terlepas dari dampak kenaikan BI Rate menjadi 5,50% yang meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik. Selain itu, minat investor asing terhadap instrumen berbasis rupiah mulai kembali terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Budi, peluang rupiah untuk kembali melemah jauh di atas level Rp 18.000 per dolar AS saat ini relatif lebih kecil dibandingkan sebelumnya, meski volatilitas pasar masih cukup tinggi.

"Saya memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 17.700 hingga Rp 18.000 per dolar AS dengan skenario dasar berada di sekitar Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS," ujar Budi kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, pergerakan rupiah sepanjang pekan ini dipengaruhi oleh tarik-menarik antara sentimen positif dari kenaikan BI Rate yang mendorong arus masuk modal dan penguatan dolar AS yang masih didukung sejumlah faktor global.

Meski demikian, Budi menilai kondisi rupiah berpeluang lebih stabil pada pekan depan dibandingkan awal pekan ini. Dengan dukungan arus modal asing dan respons positif pasar terhadap kebijakan BI, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.700 per dolar AS. "Kecenderungannya lebih stabil dibandingkan awal pekan ini," kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×