kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Volume transaksi saham awal 2020 turun 40,28%, ini penyebabnya menurut analis


Senin, 20 Januari 2020 / 21:38 WIB
ILUSTRASI. Volume transaksi saham awal 2020 turun 40,28%./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/13/01/2020


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Handoyo

"Kita tahu Benny Tjokro adalah trader yang sangat aktif di pasar. Nilai transaksi dan volumenya sangat tinggi," ucap Khrisna di Jakarta, Senin (20/1). 

Maklum saja, pada Selasa (14/1), Kejaksaan Agung menetapkan Benny Tjokro selaku direktur utama PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Heru Hidayat selaku presiden komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwarasya (Persero), serta menahan keduanya.

Berdasarkan data RTI, saat ini Benny Tjokro tercatat sebagai pemegang saham di beberapa perusahaan, antara lain MYRX sebesar 4,25% atau 3,68 miliar saham. Benny juga tercatat di PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) sebagai pemegang 747,79 juta saham setara 9,71%. 

Baca Juga: Market cap BBRI tumbuh paling pesat periode 10-17 Januari 2020




TERBARU

[X]
×