Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih menjadikan merger dan akuisisi (M&A) sebagai bagian dari strategi pertumbuhan. Namun, KLBF akan lebih selektif karena valuasi pasar M&A dinilai cukup tinggi.
Direktur Keuangan KLBF Kartika Setiabudy mengatakan M&A diperlukan untuk melengkapi pertumbuhan organik. Dengan kondisi pasar yang terus berubah dan penuh ketidakpastian membuat KLBF perlu mencari sumber pertumbuhan tambahan.
“Akuisisi ini memang menjadi satu strategi yang kami lakukan secara terus-menerus, kami berupaya untuk mereview opportunity yang ada dari sisi inorganik,” katanya dalam paparan publik, Jumat (11/9).
Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) Bidik Pertumbuhan Ekspor Dobel Digit, Fokus ASEAN
Kartika menjelaskan tantangan utama dalam strategi M&A adalah menemukan target yang tepat bagi KLBF. Di mana, akuisisi diharapkan mampu menciptakan sinergi dengan bisnis yang telah dimiliki KLBF.
Dia bilang sejumlah akuisisi yang dilakukan KLBF sebelumnya masih berada dalam tahap integrasi. KLBF juga masih membangun sinergi agar transaksi tersebut dapat memberikan manfaat terhadap bisnis yang telah berjalan.
Ke depan, kata Kartika, KLBF memastikan strategi M&A tetap dilanjutkan. Namun, keputusan untuk melakukan transaksi akan mempertimbangkan tingkat valuasi serta potensi imbal hasil yang dapat diperoleh dari akuisisi tersebut.
Menurutnya, valuasi di pasar M&A saat ini tergolong tinggi. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan KLBF agar setiap transaksi tetap memberikan tingkat pengembalian dan periode pengembalian investasi yang sesuai.
“Saat ini secara market M&A itu memang cukup tinggi, ini menjadi salah satu pertimbangan untuk kami karena kita juga harus mempertimbangkan return atau payback yang dihasilkan,” kata dia
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,49% ke 6.490 Sesi I, Top Losers LQ45: ESSA, CUAN, CPIN, Jumat (11/9)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














