kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Turun tipis, Wall Street masih sepi dari transaksi


Senin, 27 Agustus 2012 / 22:20 WIB
ILUSTRASI. Panduan lengkap, gejala, cara mencegah dan menangani pasien Covid-19 varian Delta


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bloomberg | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun tipis ditengah sepinya transaksi karena investor masih menunggu sikap dari Federal Reserve dalam memberikan langkah-langkah kebijakan stimulus lanjutan.

Indeks Standard & Poor (S & P) 500 turun kurang dari 0,1% persen menjadi 1.410,70 pada pukul 10:31 pagi waktu New York. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 29,19 poin, atau 0,2% ke 13.128,78. Nasdaq-100 Index naik 0,2% menjadi 2.784,31. Perdagangan di S & P 500 turun 24% dari rata-rata 30 hari terakhir.

"Tidak ada keyakinan yang besar di pasar," kata Richard Sichel, kepala investasi Trust Co di di Philadelphia. Namun begitu, ia menilai Bursa AS masih memiliki harapan dari Apple yang memenangkan sengketa paten dari Samsung.

“Orang-orang ingin melihat sinyal The Fed. Saya percaya, pidato Bernanke mungkin sama dengan sebelumnya,” katanya.

Lebih detail, saham komoditas dan keuangan dalam Indeks S & P 500 turun, sementara perusahaan- teknologi seperti Apple Incc naik 2,2% setelah juri menunjuk Samsung Electronics Co melanggar enam dari tujuh paten milik Apple.

Sementara itu, saham Google Inc, yang menawarkan perangkat lunak ponsel Android kepada Samsung ikut turun 1,6%. Sementara itu saham Best Buy Co naik 6,5%, yang memungkinkan sang pendiri perusahaan, Richard Schulze melakukan due diligence untuk mendapatkan pengecer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×