kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.866   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.127   -45,02   -0,73%
  • KOMPAS100 808   -10,22   -1,25%
  • LQ45 610   -7,09   -1,15%
  • ISSI 210   -0,70   -0,33%
  • IDX30 345   -3,56   -1,02%
  • IDXHIDIV20 422   -4,54   -1,07%
  • IDX80 92   -1,24   -1,33%
  • IDXV30 114   -0,90   -0,79%
  • IDXQ30 110   -1,48   -1,33%

Hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 Keluar, Begini Kata OJK


Jumat, 19 Juni 2026 / 10:51 WIB
Hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 Keluar, Begini Kata OJK
ILUSTRASI. MSCI pertahankan Indonesia di Emerging Market, namun beri nilai negatif. Transparansi data jadi masalah serius, OJK siap benahi total. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menjadi masukan konstruktif untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.

Seperti diketahui, Morgan Stanley Capital International resmi mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market berdasarkan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026

Namun, MSCI menurunkan penilaian kriteria arus informasi Indonesia ke level negatif yang mencerminkan persoalan keterbukaan data kepemilikan serta aktivitas pasar yang dinilai masih terbatas. 

Baca Juga: ANTM Pastikan kembali Huni Tiga Indeks Saham ESG KEHATI Periode Juni-November 2026

MSCI juga kembali menyoroti risiko utama di pasar Indonesia, termasuk transparansi kepemilikan saham yang terbatas serta adanya tanda-tanda perdagangan terkoordinasi. 

Selain itu, keterbatasan pasar valuta asing juga disebut menjadi hambatan bagi investor, dengan catatan tidak adanya pasar offshore yang efisien dan masih adanya pembatasan di pasar onshore.

MSCI juga memperpanjang tinjauan terhadap pasar Indonesia pada April, lalu pada Mei mengeluarkan enam perusahaan, yang sebagian besar terkait dengan kelompok konglomerat dari indeksnya, yang kemudian kembali menekan pasar saham.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia masih terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan penilaian tahun sebelumnya.

Dari 18 kriteria yang dinilai MSCI, sebanyak 10 kriteria memperoleh penilaian "++" yang menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global. Sementara enam kriteria mendapat penilaian "+" dan dua kriteria lainnya masih memperoleh penilaian "-".

Menurut Hasan, salah satu perubahan dalam penilaian tahun ini terjadi pada aspek Information Flow yang berada dalam segmen Market Infrastructure.

Baca Juga: Rupiah Melemah Jelang Putusan MSCI, Ancaman Dana Keluar US$ 13 Miliar Bayangi Pasar

"Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

OJK mencatat adanya pengakuan MSCI terhadap sejumlah langkah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk pada aspek Foreign Exchange Market Liberalization Level meskipun masih memerlukan peningkatan lebih lanjut.

Hasan bilang OJK terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, guna memastikan langkah perbaikan dapat berjalan sejalan dengan stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial nasional.

"Berdasarkan feedback dari pelaku pasar dan global index provider, berbagai reformasi yang telah dilakukan saat ini telah memperoleh acknowledgement dan mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan investasi," katanya.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat dialog dengan MSCI, FTSE Russell dan investor global untuk memastikan berbagai reformasi pasar modal Indonesia dapat dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×