kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Tunggu kebijakan BoJ, bursa Asia fluktuatif


Rabu, 22 Januari 2014 / 09:37 WIB
ILUSTRASI. Promo Traveloka Tiket Bus & Travel, Nikmati Diskon s.d Rp50.000 Hingga 30 Sept 2022


Sumber: Bloomberg | Editor: Asnil Amri

TOKYO. Bursa saham Asia bergerak fluktuatif sebelum Bank of Japan mengeluarkan pernyataan terkait kebijakan moneter Jepang hari ini (22/1).

Pada pukul 10.56 waktu Tokyo hari ini, Rabu (22/1), indeks MSCI Asia Pacific naik kurang dari 0,1% menjadi 139,56. Sebelumnya, indeks ini turun sebesar 0,2%. Indeks menuju penurunan bulanan terbesar sejak Agustus.

Saham Asia yang turun antara lain; perusahaan tambang BHP Billiton turun 1,7% di Sydney karena produksi bijih besi dan minyak bumi perseroan melesat dari perkiraan analis. Kemudian saham perusahaan penyulingan minyak JX Holdings Inc juga turun 1,7%.

Begitu juga dengan saham Newcrest Mining Ltd, produsen emas terbesar di Australia yang juga turun 3,1% karena harga emas turun. Sedangkan saham yang naik adalah; Tokyo Steel Manufacturing Co yang mencatat kenaikan 5%.

"Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat akan membantu meningkatkan penghasilan," Khiem Do, analis dari Baring Asset Management .

Sementara itu, indeks Topix Jepang naik 0,2% karena adanya pernyataan dari BOJ terkait kebijakan moneter hari ini. Indeks NZX 50 Selandia Baru juga naik 0,3%, China Shanghai Composite Index naik 0,6%,dan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,1%.

Begitu juga dengan indeks Taiex Taiwan yang naik 0,1%. Namun, nasib berbeda dialami Kospi Korea Selatan yang justru kehilangan 0,1%. Begitu juga dengan Indeks Australia S & P/ASX 200 yang turun 0,8% karena adanya inflasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×