Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (12/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,25% secara harian ke level Rp 16.828 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,26% secara harian ke Rp 16.826 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off domestik oleh kembalinya kekhawatiran seputar MSCI dan downgrade.
Baca Juga: Kompak, Rupiah Jisdor Melemah 0,27% ke Rp 16.826 per Dolar AS pada Kamis (12/2/2026)
“Sentimen rupiah umumnya masih lemah dan susah bangkit walau dolar AS sendiri masih cenderung tertekan, terlebih investor cenderung menghindari risiko menjelang data inflasi AS besok,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).
Lukman memproyeksikan rupiah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) bergerak di kisaran Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan bahwa data ketenagakerjaan AS yang baru dirilis seperti non-farm payroll dan angka pengangguran cukup solid.
Tercatat data ketenagakerjaan AS untuk bulan Januari menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Nonfarm Payrolls (NFP) naik 130.000, mengalahkan ekspektasi pasar sekitar 70.000.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.804 Per Dolar AS Hari Ini (12/2), Seluruh Asia Menguat
Dari sisi pendapatan, pendapatan per jam rata-rata meningkat sebesar 0,4% secara month on month (MoM) pada Januari, meningkat dari 0,1% pada bulan sebelumnya dan melampaui perkiraan pasar sebesar 0,3%.
Sementara laju tahunan tetap stabil di 3,7% secara year on year (yoy), juga melampaui ekspektasi sebesar 3,6%.
“Pasar kembali menurunkan ekspektasi rate-cut Fed pertama di tahun ini dari sebelumnya Juni ke Juli 2026. Ini membuat indeks dolar sedikit menguat dan mata uang negara – negara emerging market seperti rupiah melemah tipis,” ucap David.
David memperkirakan rupiah pada Jumat (13/2/2026) masih stabil di kisaran Rp 16.700 – Rp 16.900 per dolar AS.
Selanjutnya: Menilik Prospek Emiten yang Buyback di Tengah Upaya Perbaikan Bursa
Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- David Sumual
- investor
- nilai tukar rupiah
- Pasar Keuangan
- pelemahan rupiah
- rupiah
- kurs rupiah
- mata uang emerging market
- Dolar AS
- prediksi rupiah
- non-farm payrolls
- Ekonomi AS
- suku bunga The Fed
- inflasi AS
- Dolar Amerika Serikat
- Lukman Leong
- Pasar Spot
- Data Ketenagakerjaan AS
- JISDOR BI
- Sentimen Risk-Off
- Non-Farm Payroll
- rate-cut Fed













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)