Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama juga melihat prospek akuisisi ini cukup menarik. Menurut dia, transaksi tersebut bersifat bolt-on acquisition karena melengkapi bisnis TPIA yang sudah berjalan di Singapura, terutama jaringan SPBU Esso.
"Jadi ada potensi integrasi dalam ekosistem mobility, energi, dan retail," ujar Elandry.
Dari sisi pendanaan, transaksi tersebut juga didukung Bank Mizuho sehingga kebutuhan dana tidak seluruhnya harus berasal dari kas internal TPIA.
Baca Juga: Chandra Asri Pacific (TPIA) Raih Laba Bersih US$ 146,13 Juta pada Kuartal I-2026
Meski begitu, Elandry memperkirakan kontribusi akuisisi terhadap kinerja keuangan TPIA akan berlangsung bertahap dan belum langsung material terhadap laba konsolidasi.
Investor, menurut dia, perlu mencermati kontribusi EBITDA, arus kas, serta kemampuan TPIA mengintegrasikan aset Cycle & Carriage. Hal ini penting mengingat TPIA juga tengah menjalankan sejumlah proyek besar sehingga disiplin penggunaan modal tetap menjadi perhatian.
Sementara itu, Sukarno memberikan rekomendasi buy untuk saham TPIA dengan target harga Rp 2.430 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














