kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Target Bitcoin US$100.000 Dinilai Terlalu Rendah, Ini Proyeksi Standard Chartered


Jumat, 21 Agustus 2026 / 21:37 WIB
Diperbarui Jumat, 21 Agustus 2026 / 21:38 WIB
Target Bitcoin US$100.000 Dinilai Terlalu Rendah, Ini Proyeksi Standard Chartered
ILUSTRASI. Bitcoin (Robert Schmiegelt/IMAGO via REUTERS)


Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Standard Chartered mulai meragukan proyeksi harga Bitcoin sebesar US$100.000 pada akhir tahun.

Bank tersebut menilai Bitcoin berpotensi kembali menuju rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) sekitar US$126.000 sebelum akhir tahun.

Global Head of Digital Asset Research Standard Chartered Geoff Kendrick mengatakan, pemulihan harga Bitcoin berpotensi semakin cepat setelah 6 Oktober.

Baca Juga: Intip Saham-Saham yang Banyak Dijual Asing di Tengah Kenaikan IHSG, Jumat (21/8)

Dalam catatan yang dibagikan kepada Cointelegraph pada Jumat (21/8/2026), Kendrick menyebut reli terbaru Bitcoin terutama didorong oleh likuidasi posisi short. Di sisi lain, arus dana masuk ke produk spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) juga mulai kembali menguat.

Menurut Kendrick, rendahnya open interest dapat membuka ruang bagi lebih banyak investor untuk kembali masuk ke pasar seiring kenaikan harga Bitcoin.

“Untuk pertama kalinya tahun ini, ada risiko bahwa proyeksi akhir tahun saya sebesar US$100.000 terlalu rendah,” tulis Kendrick.

Sebelumnya, dalam laporan pada 12 Februari, Kendrick memangkas target harga Bitcoin pada akhir tahun menjadi US$100.000 dari sebelumnya US$150.000.

Standard Chartered juga menurunkan target harga Ether menjadi US$4.000 dari sebelumnya US$7.500.

Saat itu, Kendrick memperkirakan Bitcoin dapat turun hingga sekitar US$50.000, sedangkan Ether berpotensi mencapai US$1.400 sebelum kemudian mengalami pemulihan sepanjang sisa tahun.

Sementara itu, mengutip data CoinMarketCap pada Jumat (21/8/2026) pukul 21.28 WIB, harga Bitcoin berada di level US$77.091, naik 7,81% dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: Saham Pemilik Texas Chicken (CSMI) Melonjak 116% dalam Sebulan, Tapi Awas Masih Rugi

Pasar Kripto Mulai Pulih

Sejumlah pelaku industri juga mulai melihat tanda-tanda bahwa tren bearish Bitcoin mungkin mendekati akhir.

CEO Swan Bitcoin Cory Klippsten memperkirakan, Bitcoin berpotensi mencapai titik terendah pada Oktober.

Sementara itu, pendiri 10x Research Markus Thielen mengatakan penutupan harga Bitcoin di atas US$63.000 pada Agustus dapat menjadi konfirmasi bahwa pasar bearish telah mencapai titik terendah.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat, tapi Masih Dibayangi Tekanan Obligasi dan Geopolitik

Kenaikan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir turut memperkuat optimisme investor terhadap prospek pasar kripto.

Jika momentum pemulihan berlanjut, Bitcoin berpotensi kembali menguji rekor tertingginya di sekitar US$126.000.

Perubahan pandangan Standard Chartered tersebut menunjukkan bahwa target Bitcoin US$100.000 yang sebelumnya dipandang sebagai proyeksi tinggi kini mulai dinilai terlalu rendah oleh Kendrick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×