Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin (BTC) melonjak hingga menembus US$ 77.000 pada Jumat (21/82026). Kenaikan tersebut membawa portofolio Bitcoin milik Strategy, perusahaan intelijen bisnis dengan treasury Bitcoin korporasi terbesar di dunia, kembali ke zona keuntungan.
Bitcoin kini telah menguat sekitar 20% dalam 48 jam, sekaligus membawa harga aset kripto tersebut ke level tertinggi sejak Mei.
Baca Juga: IHSG Menguat 0,37% ke 6.525, Top Gainers LQ45: AMRT, BBNI, BUMI, Jumat (21/8)
Mengutip Cointelegraph, data BitcoinTreasuries menunjukkan Strategy memiliki sekitar 840.447 BTC dengan harga rata-rata perolehan sebesar US$ 75.385 per Bitcoin.
Dengan harga Bitcoin yang telah melewati US$ 77.000, kepemilikan Bitcoin Strategy kembali mencatat keuntungan. Secara tahun berjalan, kenaikan nilai tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$ 450 juta.
Strategy Sempat Jual Bitcoin
Sebelumnya, Strategy sempat mengurangi sebagian kepemilikan Bitcoinnya.
Pada periode 3-9 Agustus, perusahaan menjual sekitar 1.690 BTC untuk membeli kembali 1,15 juta saham preferen STRC senilai US$ 108,6 juta.
Baca Juga: SR025 Berpeluang Saingi Penjualan ORI030, Intip Prospeknya
Transaksi tersebut menjadi penjualan Bitcoin keempat yang dilakukan Strategy sepanjang 2026.
Penjualan tersebut sempat memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan strategi investasi Bitcoin perusahaan.
Namun, lonjakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir meredakan sebagian kekhawatiran tersebut.
Analis kripto independen William Clemente menilai, posisi Strategy kini justru semakin kuat karena nilai aset Bitcoin yang dimiliki perusahaan kembali meningkat.
"Setelah kenaikan harga ini, Strategy semakin memiliki jaminan berlebih dari kepemilikan Bitcoinnya," tulis Clemente di platform X, merujuk pada mantan CEO Strategy Michael Saylor.
Sementara itu, CEO Strategy Phong Le mengatakan dalam wawancara dengan Fox News pada awal Agustus bahwa perusahaan berencana kembali membeli Bitcoin sebelum akhir tahun.
Baca Juga: Rencana Batas Harga Saham Turun ke Rp1, Transaksi Saham Tertentu Berpotensi Melesat
Ada "Bantalan" Bitcoin di Bawah US$ 68.000
Meski harga Bitcoin melonjak tajam, analis masih mencermati risiko koreksi setelah reli yang sangat cepat.
Analisis dari platform analitik on-chain Glassnode menunjukkan terbentuknya zona penyangga harga di bawah level US$ 70.000.
Sekitar 3,44 juta BTC saat ini memiliki harga perolehan on-chain atau realized price pada kisaran US$ 58.000-US$ 67.000.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2,23 juta BTC, atau sekitar 11% dari total pasokan Bitcoin, ditambahkan dalam 11 pekan terakhir.
Co-founder Glassnode Rafael Schultze-Kraft menyebut area tersebut sebagai klaster harga perolehan paling padat di bawah harga Bitcoin saat ini.
Baca Juga: BEI Rencana Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1, Ini Kata Stockbit
"Ini merupakan zona support potensial utama jika terjadi koreksi," tulis Schultze-Kraft di X.
Bitcoin juga berhasil menembus sejumlah level resistensi penting sepanjang pekan ini, termasuk moving average sederhana (SMA) 200 hari di US$ 68.967.
Level tersebut sebelumnya menjadi salah satu target penting yang perlu ditembus Bitcoin untuk mengakhiri tren penurunan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













