kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

TLKM menarik pinjaman sindikasi Rp 4 triliun


Rabu, 21 Agustus 2013 / 06:27 WIB
TLKM menarik pinjaman sindikasi Rp 4 triliun
ILUSTRASI. Sektor perbankan dapat rating overweight


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan menarik pinjaman sindikasi dari sejumlah bank dengan nilai cukup besar di semester II ini. Nilai utang tersebut sebesar Rp 4 triliun. Pinjaman itu merupakan dana yang tersedia dalam plafon fasilitas pinjaman yang diterima Telkom.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk menggeber bisnis di bidang layanan data. Salah satu utang yang akan ditarik TLKM adalah utang senilai US$ 35 juta dari lembaga perbankan ekspor impor, Japan Bank for Internasional Cooperation (JBIC) pada awal September 2013.

Tapi, TLKM harus mendapat persetujuan atas pinjaman luar negeri tersebut dari otoritas yakni pihak Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Utang valas dengan skema pinjaman langsung tersebut rencananya akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Internasional. "Skemanya pinjaman langsung dengan tingkat bunga di kisaran 2,5%-3,5%," kata Direktur Keuangan TLKM, Honesti Basyir.

Tahun ini, kata Honesti, TLKM menganggarkan be;anja modal alias capital expenditure (capex) Rp 20 triliun. Sampai saat ini TLKM sudah menyerap 56% capex atau sekitar Rp 11,2 triliun.

Menurut Honesti, belanja modal TLKM banyak digunakan oleh untuk ekspansi Telkomsel. Belanja modal itu dipenuhi dari kas internal dan pinjaman sindikasi. "Pinjaman sindikasi porsinya sekitar 20%, kalau masih kurang, akan menggunakan dana hasil penjualan treasury stock beberapa waktu lalu," ujar dia. Dana hasil penjualan saham simpanan sebesar Rp 2,3 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×