kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tiga Emiten Ini Bakal Punya Pengendali Baru, Cermati Prospek dan Rekomendasi Analis


Senin, 26 Mei 2025 / 20:52 WIB
Tiga Emiten Ini Bakal Punya Pengendali Baru, Cermati Prospek dan Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Investor mengamati pergerakan saham sesi pertama perdagangan, Senin (26/5/2025), di Jakarta. Sejumlah emiten di pasar modal tengah bersiap mengalami perubahan kepemilikan seiring dengan rencana masuknya pengendali baru.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

Prospek Kinerja Emiten

Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai bahwa prospek kinerja emiten tersebut berpotensi mengalami perubahan signifikan seiring dengan masuknya pengendali baru.

Pasalnya, pengendali baru kemungkinan akan melakukan berbagai penyesuaian agar kinerja emiten terlihat lebih baik di masa mendatang.

"Kinerja keuangan dan performa sahamnya bisa saja terkerek, tergantung pada rencana pengendali ke depannya," kata William kepada Kontan, Senin (26/5).

Baca Juga: Sejumlah Emiten Siap Tebar Dividen, Simak Saham yang Prospektif & Rekomendasi Analis

Menurut William, wajar jika investor merasa euforia karena pergantian pengendali sering kali menimbulkan harapan akan masa depan yang lebih cerah. Namun, ia menyarankan strategi yang lebih hati-hati dalam berinvestasi dan lebih baik menerapkan strategi buy on weakness.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menjelaskan masuknya pengendali baru dapat membawa perubahan dalam strategi bisnis perusahaan. Jika didukung oleh modal yang kuat dan arus kas yang sehat, emiten berpotensi melakukan ekspansi maupun diversifikasi sumber pendapatan.

Dalam jangka pendek, Indy melihat pergerakan harga saham emiten tersebut mungkin akan mengalami fluktuasi. Namun, yang tak kalah penting ialah memantau manajemen menyusun strategi bisnis demi menjaga stabilitas kinerja keuangan.

"Investor perlu mengecek fundamental secara profitabilitas dan cek juga rencana strategi ekspansi serta likuiditas emiten," ujar Indy kepada Kontan, Senin (26/5).

Baca Juga: Prospek Emiten Sektor Konsumer Masih Abu-Abu, Simak Rekomendasi Analis

Untuk saat ini, menurut Indy, seluruh saham yang terkait masih perlu dipantau. "Jadi hold dulu untuk semua saham," pungkas Indy.

Sementara itu, William merekomendasikan buy on weakness saham TGUK di level Rp 150-Rp 200, PGJO di target harga Rp 800-Rp 1.000 dan PIPA pada target harga Rp 100-Rp 150.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×