Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor's memberi angin segar bagi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Maklum, kenaikan rating tersebut berpotensi menekan suku bunga, sehingga bisa mengangkat prospek jangka panjang BSDE.
Kinerja emiten properti ini juga cukup ciamik. Di kuartal I-2017, pendapatan BSDE tumbuh 59% jadi Rp 1,75 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,1 triliun. Laba bersih anak usaha Grup Sinarmas ini juga melejit hingga 183% year on year (yoy) menjadi Rp 733 miliar.
Penjualan perumahan dan pendapatan berulang (recurring income) masih menjadi penopang utama pendapatan BSDE. Masing-masing menyumbang sekitar 63% dan 18% terhadap total pendapatan perusahaan.
Proyek baru
Analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi mengatakan, saham BSDE makin menarik karena perusahaan ini cukup konsisten mendorong pertumbuhan pendapatan pra penjualan alias marketing sales. Misalnya dengan meluncurkan proyek baru.
BSDE antara lain meluncurkan klaster Avezza at Mozia dengan sasaran kelas menengah ke atas. Dua produk komersial lainnya yakni Southgate Residence dan Klaska Surabaya diperkirakan bakal menambah marketing sales sebesar Rp 500 miliar. "Rencana BSDE menaikkan porsi recurring income juga akan memperkuat laba perusahaan," imbuh Akhmad dalam riset 5 Juni lalu.
BSDE membidik pendapatan berulang naik jadi 20%25%, dari sebelumnya yang sekitar 17,8%. Pendapatan berulang akan diperoleh dari beberapa proyek, di antaranya Green Office Park dan Superblok Southgate Residence. Akhmad memprediksi, nilai pendapatan berulang BSDE akan mencapai 20,46% tahun ini dan kembali naik menjadi 21,23% di tahun depan.
Franky Rivan, Analis Mirae Asset Sekuritas, mengatakan, BSDE menjadi salah satu perusahaan pengembang yang paling diuntungkan kenaikan peringkat utang dari S&P beberapa waktu lalu. Pasalnya, BSDE memiliki aset real estate yang besar.
Nilai aset BSDE memang bersanding dengan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Namun, Franky lebih menyukai BSDE karena memiliki kinerja marketing sales yang lebih konkrit.
Ia mengatakan, tingkat suku bunga yang rendah, sebagai imbas dari kenaikan rating S&P, akan mengangkat harga aset. "Sehingga menguntungkan pengembang yang harga jual propertinya lebih tinggi," ujar Franky.
Franky memprediksi, pendapatan BSDE tahun ini akan tumbuh 14,8% menjadi Rp 7,48 triliun, dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 6,52 triliun. Sedangkan laba bersih BSDE diproyeksi naik 43,2% menjadi Rp 2,57 triliun.
Sementara itu, Adrian M. Priyatna, Analis Mega Capital Sekuritas, memperkirakan, pendapatan BSDE bisa naik hingga Rp 7,1 triliun dengan laba bersih Rp 2,2 triliun.
Ketiga analis merekomendasikan buy BSDE. Akhmad memberi target harga Rp 2.350. Sedangkan Adrian menargetkan harga BSDE bisa mencapai Rp 2.370 per saham, yang mencerminkan price earning ratio 2017 sebesar 20,04 kali. Franky memberi target harga Rp 2.210 per saham. Kemarin, harga BSDE naik 1,12% menjadi Rp 1.800 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)