kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Dampaknya Terhadap Pasar Kripto


Rabu, 07 Februari 2024 / 09:05 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Dampaknya Terhadap Pasar Kripto
ILUSTRASI. Mata uang kripto.


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25% - 5,5% pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, hal ini tidak baik untuk pasar kripto dan aset lainnya. 

“Karena kenaikan suku bunga dapat mengakibatkan penurunan peredaran uang di masyarakat,” ujar Fyqieh kepada Kontan.co.id, Selasa (6/2). 

Fyqieh menjelaskan, ketika suku bunga meningkat, orang cenderung lebih memilih untuk menyimpan uang mereka di aset yang rendah risiko, seperti deposito karena adanya imbal hasil yang menarik.

Dengan suku bunga bank AS yang dipertahankan pada kisaran 5,25% - 5,5%, menurutnya, pasar akan cenderung mengalami stagnasi atau sideways.

Baca Juga: Sentimen Bitcoin Pekan Ini, dari Pidato The Fed hingga Perayaan Imlek

Ketua The Fed, Jerome Powell baru-baru ini juga menyatakan bahwa penurunan suku bunga mungkin tidak akan terjadi hingga Maret 2024 mendatang. 

“Penurunan suku bunga yang bisa lebih lambat dari ekspektasi pasar, membuat pergerakan pasar kripto dan Bitcoin saat ini tertekan dalam jangka pendek,” kata Fyqieh. 

Dia menyebutkan, potensi penurunan suku bunga diprediksi akan mulai terjadi pada bulan Juni 2024, bahkan bisa mengalami penurunan sebanyak 3-4 kali secara bertahap di tahun ini, dengan target penurunan inflasi hingga mencapai area 3,25%. 

“Artinya dalam jangka panjang, potensi penurunan suku bunga ini kemungkinan akan mendorong pasar kripto mengalami tren bullish, terutama dengan adanya momentum dari peristiwa halving Bitcoin (BTC),” ujarnya. 

Fyqieh mengatakan, dalam hal proyeksi harga BTC, pada akhir 2024 diprediksi dapat mencapai US$ 59.000 atau setara dengan Rp 927 juta, bahkan bisa mencapai harga tertinggi sebelumnya (All-Time High) di sekitar US$ 69.000 setara dengan Rp 1 miliar. 

“Ini menunjukkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan Bitcoin dalam jangka waktu yang lebih panjang,” tandas dia. 

Sementara itu, Chief Executive Officer Triv.co.id, Gabriel Rey mengatakan, saat ini berdasarkan CME Fed tool, pada Mei 2024 nanti, ada kemungkinan 60%  untuk Fed menurunkan suku bunga sekitar 25bps. 

Baca Juga: Mengurai Penyebab Tingginya Minat Gen Z dan Milenial Atas Kripto, Sulit Dimanipulasi

“Sehingga hal ini yang akan membuat pasar kripto bergairah lagi dengan penurunan suku bunga tersebut, terlebih ada halving yang terjadi sekitar 8-10 April 2024 nanti,” kata Gabriel kepada Kontan.co.id, Selasa (6/2). 

Dengan demikian, dia memprediksi tahun ini banyak katalis yang akan membuat market kripto bullish, termasuk Ethereum spot oleh Blackrock yang diprediksi mendapat lampu hijau SEC pada bulan Juni 2024.

“Saya rasa tahun ini Bitcoin dapat menembus ATH sebelumnya dengan banyaknya katalis positif ini,” kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×