kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Disarankan Berhati-hati hingga Akhir Tahun


Kamis, 21 September 2023 / 20:47 WIB
The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Disarankan Berhati-hati hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Tribunnews/Jeprima


Reporter: Recha Dermawan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) resmi memutuskan menahan suku bunga acuan di 5,25%-5,5% pada Rabu (21/9) namun memperketat sikap hawkish-nya

Namun, The Fed kembali memproyeksikan kenaikan suku bunga lagi di akhir tahun ini dan kebijakan moneter tetap diperketat secara signifikan hingga tahun 2024.

Mengutip Reuters, Kamis (21/9), seperti yang terjadi pada Juni lalu, para pengambil kebijakan The Fed masih memperkirakan suku bunga acuan bank sentral akan mencapai puncaknya tahun ini di kisaran 5,50%-5,75%, alias hanya 25 basis poin di atas kisaran suku bunga saat ini.

Meski sebelumnya sudah memprediksi suku bunga The Fed tak berubah, para investor dan trader memang menantikan keputusan ini Lalu bagaimana strategi investasi yang sebaiknya dilakukan oleh para pelaku pasar setelah The Fed mempertahankan suku bunga?

Baca Juga: IHSG Melemah di Perdagangan Kamis (21/9), Simak Rekomendasi Saham Esok

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan pasar terlihat masih melakukan price-in terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan the Fed satu kali lagi di tahun 2023 ini.  Artinya, risiko tak terduga dari kebijakan moneter masih ada, tapi sudah jauh lebih kecil dibanding kondisi awal tahun 2023 ini.

Dengan arah kebijakan the Fed tersebut, BI diperkirakan berpeluang menahan suku bunga acuan di level saat ini hingga akhir 2023 nanti. 

Dengan kebijakan moneter yang cenderung akomodatif ini, tentunya dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi.

“Dengan demikian, pelaku pasar masih bisa masuk ke pasar, namun sebaiknya jangan terlalu agresif, perlu mempertimbangkan faktor risiko dari potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi di AS di 2024.” kata Valdy kepada Kontan (21/9)

Menurutnya, pada kondisi outlook ekonomi domestik yang relatif masih solid, Instrumen-instrumen investasi akan lebih berisiko, seperti saham.

Namun di saat bersamaan, saham juga memiliki potensi return relatif tinggi dan dapat menjadi pertimbangan

Baca Juga: Harga Batubara dan Minyak Memanas, Cek Rekomendasi Saham Emiten Energi

Valdy melihat untuk jangka pendek, keputusan The Fed menahan suku bunga tetap berada di level yang sama cukup relatif menguntungkan, setidaknya kondisi The Fed yang tidak agresif dapat meredam potensi capital otflow.

Sementara Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, Keputusan The Fed hari ini sudah di ekspektasikan oleh pasar, maka untuk strategi investasi, tidak banyak yang harus diubah dan kembali lagi kepada tujuan dari masing-masing investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×