Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara alias Danantara berencana membeli saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Danantara Investment Management (DIM) setelah proses demutualisasi terealisasi.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan manajemen BEI.
“Demutualisasi kami masih proses, baik dengan OJK dan juga Direksi Bursa. Insyaallah beberapa bulan ke depan bisa rampung. Nanti detailnya akan kami bagikan ke semua sebentar lagi,” katanya di Gedung BEI, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Kabar Baik Investor ETF Emas, DJP Siapkan Pembebasan Pajak
Pandu bilang setelah proses demutualisasi berjalan, Danantara akan memberikan arahan kepada DIM untuk menjalankan investasi terkait kepemilikan saham BEI. Namun, Pandu belum membeberkan besaran porsi saham BEI yang berpotensi dibeli.
“Nanti detailnya akan kami bagikan ke semua sebentar lagi. Ini sedang berkomunikasi, baik dengan OJK dan Bursa. Nanti dari BPI Danantara akan memberikan arahan untuk DIM,” jelasnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menambahkan demutualisasi BEI merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang pengembangan dan penguatan sektor jasa keuangan.
Wanita yang akrab dipanggil Kiki ini bilang demutualisasi BEI menjadi agenda yang dinantikan pelaku pasar sekaligus bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan bursa.
Kepemilikan BEI yang sebelumnya terbatas pada anggota bursa nantinya terbuka bagi perorangan maupun badan hukum lainnya. Pihak yang dapat memiliki saham bursa juga mencakup Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Danantara.
“Tentu saja kami tekankan (demutualisasi) untuk terus mengedepankan independensi Bursa Efek Indonesia,” kata Kiki.
Saat ini, OJK bersama pemangku kepentingan terkait tengah menyusun rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang mengatur perubahan struktur kepemilikan dan tata kelola BEI.
Kiki menegaskan perubahan kelembagaan melalui demutualisasi tetap harus berjalan dengan menjaga independensi BEI. Selain itu, OJK berharap perubahan tersebut dapat mendorong pendalaman pasar modal Indonesia.
Baca Juga: OJK Targetkan Finalisasi Aturan Demutualisasi BEI pada Akhir Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
