kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Terpangkas beban, laba bersih INDF cuma tumbuh 6%


Selasa, 19 Maret 2013 / 12:07 WIB
Terpangkas beban, laba bersih INDF cuma tumbuh 6%
ILUSTRASI. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, ada trik jitu yang bisa dilakukan. Yakni dengan berjalan kaki selama 30 menit. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye/18


Reporter: Issa Almawadi |

JAKARTA. Pertumbuhan kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turut mendongkrak pendapatan sang induk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Sayangnya, kenaikan pendapatan ini hanya mampu membuat laba bersih INDF naik 6%.

Tahun lalu, INDF meraup penjualan bersih konsolidasi senilai Rp 50,06 triliun, tumbuh 10,4% dibandingkan Rp 45,33 triliun di 2011. Catatan ini tercantum dalam keterangan yang disampailan INDF kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/3).

ICBP yang masuk dalam grup produk konsumen bermerek (CBP) menyumbang 43% dari total pendapatan INDF di 2012. Selain grup CBP, divisi Agribisnis menyumbang 24% pada pendapatan INDF. Selain itu, divisi distribusi berkontribusi 8% terdorong oleh pertumbuhan penjualan grup CBP. Sementara divisi Bogasari sebesar 25%, yang didorong kenaikan volume penjualan tepung terigu.

Sejalan dengan itu, laba bruto INDF meningkat 7,8% menjadi Rp 13,57 triliun. Akan tetapi, marjin laba bruto susut menjadi 27,1%, dari 27,8% di tahun 2011. "Hal tersebut dikarenakan turunnya kinerja grup Agribisnis sebagai akibat turunnya harga jual rata-rata CPO dan karet," tulis keterangan INDF.

Marjin laba usaha juga mengalami penurunan dari 15,1% menjadi 13,7%. Pasalnya, INDF menanggung kenaikan beban penjualan dan distribusi, serta beban umum dan administrasi. Dus, laba usaha INDF hanya naik 0,3% menjadi Rp 6,87 triliun.

Untungnya INDF masih menerima selisih kurs sebesar Rp 110,91 miliar sehingga laba bersihnya terangkat 6% menjadi Rp 3,26 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 3,08 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×