kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

TELE merambah bisnis voucher listrik PLN


Jumat, 21 Desember 2012 / 11:56 WIB
ILUSTRASI. SPBU British Petroleum (BP) di Serpong, Tangerang Selatan. KONTAN/Baihaki/11/12/2018


Reporter: Issa Almawadi |

JAKARTA. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) melebarkan sayapnya ke bisnis distributor voucher listrik PLN. Dari bisnis ini, TELE mengincar fee based income sebagai pendapatan barunya.

Presiden Direktur TELE, Tan Lie Pin mengatakan, bisnis voucher listrik PLN merupakan peluang yang cukup besar bagi TELE. "Terlebih, dengan melihat kondisi penduduk yang nantinya memakai meteran listrik menggunakan voucher," kata Lie di Jakarta, Jumat (21/12)

TELE mengincar peluang bisnis berdasarkan data total pelanggan PLN yang sebanyak 44 juta. Jika jumlah itu dikalikan dengan pemakaian listrik rumah tangga Rp 400.000 per bulan, artinya pendapatan PLN dari iuran listrik sebulan mencapai Rp 5,2 triliun per bulan.

Dari data itu, Lie menargetkan bisa mendapat 5% dari total customer PLN, atau Rp 260 miliar per bulan atau Rp 3,1 triliun per tahun.

Sekretaris Perusahaan TELE, Samuel Kurniawan menambahkan, bisnis voucher listrik merupakan hasil kerja sama dengan Payment Point Online Bank (PPOB). PPOB tersebut terdiri dari PT Bank Mandiri, PT Bank Bukopin, dan PT BNI. Menurut Samuel, dari bisnis ini, TELE bermain di komisi atau fee base income.

Adapun voucher yang akan ditebar TELE mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 500 ribu. "Untuk tahap awal, kami akan fokus di area Jawa dulu," tutur Samuel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×