kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Target lahan baru BWPT baru terealisasi 10%


Selasa, 10 Juni 2014 / 15:12 WIB
ILUSTRASI. PT Hillcon Tbk (HILL) akhirnya melanjutkan proses penawaran umum perdana saham (IPO).


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT BW Plantation Tbk (BWPT) terus memperbesar produksi sawitnya. Tahun ini, manajemen menargetkan bakal menambah 4.000 hektar lahan baru.

"Sepanjang kuartal pertama, realisasinya sekitar 400 hektar," tandas Kelik Irwantono, Sekertaris Perusahaan sekaligus Direktur Keuangan BWPT, (10/6). Angka ini baru setara dengan 10% dari target yang dicanangkan.

Jika diasumsikan setiap kuartal realisasi lahan barunya 400 hektar, berarti hingga akhir tahun nanti lahan baru sawit milik BWPT baru sekitar 1.600 hektar. Angka ini masih ada selisih 2.400 hektar.

Sehingga, manajemen wajib melakukan percepatan untuk merealisasikan targetnya tersebut. "Kami harus menunggu cuaca yang lebih baik juga," imbuh Kelik.

Target 4.000 hektar tersebut berlokasi di portofolio lahan BWPT selama ini, yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Target tersebut juga memiliki porsi berimbang, masing-masing 2.000 hektar.

Setelah target ini tercapai, kedepannya manajemen bakal mengakuisisi 3.600 hektar lahan baru dalam kurun waktu tiga tahun. Sebagai gambaran, biaya tanam yang dibutuhkan hingga akhir masa dewasa alias cost to maturity sawit berkisar Rp 80 juta-Rp 100 juta per hektar. Jadi, BWPT perlu menyiapkan dana Rp 288 miliar-Rp 360 miliar untuk merealisasikan 3.600 lahan barunya tersebut.

Pertengahan tahun lalu, cost to maturity sawit BWPT hanya berkisar diangka Rp 60 juta-Rp 65 juta. untuk setiap hektarnya. Membengkaknya biaya tanam ini dipicu oleh kenaikan harga lahan dan juga biaya pemupukan. "Harga tanahnya sudah naik dua kali lipat," pungkas Kelik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×