kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.919   -111,00   -0,62%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Takut inflasi, investor kembali buru emas


Rabu, 19 September 2012 / 15:04 WIB
ILUSTRASI. Daftar film berikut ini mengangkat tema tentang kesepian. Dapat Anda saksikan saat weekend tentunya


Reporter: Rika Theo, Reuters |

SINGAPURA. Harga emas yang pagi tadi melandai, mendadak terungkit lagi oleh kabar dari Asia. Bergabung dengan Fed dan ECB, Bank of Japan (BOJ)akan menambah pembelian surat utang dari pasar senilai 10 triliun yen (US$ 127 miliar).

Aksi ini meningkatkan daya tarik emas yang berpredikat sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Maklum, pembelian aset itu akan menambah likuiditas ke pasar sehingga berisiko melemahkan mata uang dan mendorong inflasi.

“Saya pikir bank-bank sentral lain akan mengumumkan kebijakan yang lebih akomodatif lagi yang juga akan terus mendukung emas,” kata Jeremy Friesen, Commodity Strategist di Societe Generale.

Harga emas di pasar spot menembus US$ 1.779,10 per ons troi, yang terbaik sejak 29 Februari 2012. Pukul 13.56 WIB, emas naik 0,4% ke US$ 1.777,89.

Harga si logam mulia sudah menanjak 17% sejak menyentuh titik terlemahnya tahun ini di harga US$ 1.527 pada Mei lalu.

Harga kontrak emas untuk pengiriman Desember ikut menanjak 0,5% ke US$ 1.780,40.

Berbanding terbalik, perdagangan emas di pasar fisik masih sepi. “Kami melihat permintaan emas fisik kemarin, namun tidak besar. Thailand sedang di pasar,” kata seorang dealer di Singapura yang menjual emas batangan.

Para dealer emas memperkirakan, permintaan emas fisik bakal bertambah karena di India, akan ada perayaan Diwali pada bulan November.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×