Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Wall Street kembali ditutup beragam pada perdagangan Selasa (9/6/2026), dipimpin oleh penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq setelah aksi jual saham teknologi kembali berlanjut.
Sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington akan merespons insiden penembakan helikopter militer AS oleh Iran.
Baca Juga: Bagi Dividen Besar, Harga Saham Sawit Ini Bangkit Usai Anjlok 33%, Pilih Beli/Jual?
Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average berhasil ditutup menguat. Indeks saham unggulan tersebut naik 86,10 poin atau 0,17% ke level 50.872,11.
Sebaliknya, indeks S&P 500 turun 19,08 poin atau 0,26% ke posisi 7.386,65. Adapun Nasdaq Composite terkoreksi 250,84 poin atau 0,97% menjadi 25.678,82.
Trump melalui media sosial menyebut Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS yang sedang berpatroli di Selat Hormuz pada malam sebelumnya.
Ia menegaskan AS akan memberikan respons atas insiden tersebut, sehingga memunculkan kembali keraguan pasar terhadap peluang tercapainya gencatan senjata yang lebih permanen di Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Emas Antam (9/6) Turun, Selisih Spread Capai Rp 206.000 per Gram
Indeks volatilitas pasar Cboe Volatility Index (VIX), yang sering disebut sebagai indikator ketakutan investor, sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 April di tengah aksi jual saham yang meluas.
Saham-saham teknologi kembali menjadi sasaran aksi ambil untung setelah sempat bangkit pada perdagangan Senin (8/6).
Indeks sektor teknologi S&P 500 sempat merosot lebih dari 4% sebelum memangkas sebagian kerugiannya.
Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor Index sempat anjlok hingga 8,6% setelah sempat menguat 3% pada awal sesi perdagangan.
Baca Juga: IHSG Melonjak 7,57% ke 5.746, Cermati Saham yang Banyak Diburu Asing, Selasa (9/6)
Pada penutupan perdagangan, indeks teknologi S&P 500 turun 1,8%, sedangkan indeks semikonduktor berakhir melemah 1,9%.
Kepala Strategi Pasar JonesTrading Michael O'Rourke mengatakan, pelemahan pasar dipicu oleh berakhirnya momentum rebound saham teknologi yang terjadi sehari sebelumnya.
"Setelah reli pagi hari kehilangan tenaga, aksi jual meluas ke berbagai sektor. Selain itu, juga terjadi rotasi investasi sehingga sebagian investor mulai melepas saham-saham yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam," ujarnya.
Menurut O'Rourke, pernyataan Trump terkait insiden helikopter AS juga memperburuk sentimen pasar dan memicu tekanan jual tambahan.
Baca Juga: IHSG Rebound Lebih dari 7,57% ke Level 5.746, Analis Beberkan Pemicunya
Padahal sehari sebelumnya, Iran dan Israel sama-sama menyatakan menghentikan serangan satu sama lain untuk sementara waktu, sehingga sempat memunculkan optimisme bahwa ketegangan perang mulai mereda.
Investor juga cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen AS periode Mei yang dijadwalkan keluar pada Rabu (10/6). Data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai dampak kenaikan harga energi akibat konflik Iran terhadap tekanan inflasi di AS.
Sebelumnya, laporan tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan pada akhir pekan lalu telah meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) masih berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini.
Selain itu, pasar juga menanti debut saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang dijadwalkan melantai di bursa pada Jumat (12/6).
Baca Juga: Bidik Kontribusi B2B 20%, Gelar Bravo 500, Andalkan AI dan Integrasi Data
IPO SpaceX diperkirakan menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah Wall Street dengan target penghimpunan dana mencapai US$ 75 miliar dan valuasi sekitar US$ 1,75 triliun.
Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengatakan IPO SpaceX menjadi perhatian utama pelaku pasar saat ini.
"IPO ini sangat besar. Hampir semua perusahaan manajemen investasi membicarakan dan mempertimbangkan SpaceX. Bahkan yang tidak berniat membeli sahamnya pun tetap mengikuti perkembangannya," kata Ellerbroek.
Ia memperkirakan perdagangan pada hari debut SpaceX akan berlangsung sangat volatil karena tingginya antusiasme investor terhadap perusahaan tersebut.
Di sisi lain, saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) masih berada dalam tekanan setelah proyeksi bisnis Broadcom yang mengecewakan pekan lalu memicu kekhawatiran mengenai tingginya valuasi sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor yang telah melonjak tajam sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 2,45 Triliun Saat IHSG Melonjak, Cek Saham yang Banyak Dijual
Pada perdagangan Selasa, saham Broadcom turun 1,1%, sedangkan saham Nvidia melemah 0,2%. Sementara itu, saham Ciena merosot 5,9% setelah perusahaan mengumumkan penerbitan surat utang konversi.
Meski mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir, indeks semikonduktor Philadelphia masih mencatat kenaikan sekitar 78,7% sepanjang tahun berjalan 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













