kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Bagi Dividen Besar, Harga Saham Sawit Ini Bangkit Usai Anjlok 33%, Pilih Beli/Jual?


Rabu, 10 Juni 2026 / 05:00 WIB
Bagi Dividen Besar, Harga Saham Sawit Ini Bangkit Usai Anjlok 33%, Pilih Beli/Jual?
ILUSTRASI. Bagi Dividen Besar, Harga Saham Sawit Ini Bangkit Usai Anjlok 33%, Pilih Beli/Jual?


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada Selasa 9 Juni 2026 berhasil bangkit atau rebound usai melemah sangat dalam selama sebulan terakhir. Kebangkitan harga terjadi di tengah keputusan pembagian dividen hampir setengah triliun rupiah.

Apakah pembalikan harga saham perusahaan sawit ini menjadi waktu tepat untuk mulai akumulasi atau malah saatnya jual?

Pada perdagangan Selasa (9/6), harga saham DSNG parkir di Rp 1.100 naik 25 poin atau 2,33% secara harian. Sebelumnya, harga saham DSNG merosot dalam 30 hari terakhir dengan akumulasi penurunan sebanyak 33,93%.

Kenaikan harga terjadi kala perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang membagikan dividen tunai sebesar Rp 498 miliar.

Dari jumlah tersebut, dividen per saham setara Rp 47 dari laba tahun buku 2025. Dengan demikian, setiap satu lot saham DSNG mendapat jatah dividen Rp 4.700 sebelum dipotong pajak.

Baca Juga: Rupiah Menguat Jadi Rp 18.058 per Dolar AS Selasa (9/6), Ini Faktor Pendorongnya

Sebagai gambaran, laba bersih DSNG melonjak 60,2% menjadi Rp 1,8 triliun pada 2025. Sementara itu, pendapatan perseroan mencapai Rp 12,3 triliun atau naik 21,7% secara tahunan (year on year/YoY).

Segmen kelapa sawit masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan DSNG dengan kontribusi mencapai 88% dari total pendapatan sepanjang tahun lalu.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan perseroan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan yang prudent dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) di seluruh lini usaha.

DSNG juga akan memperkuat kinerja bisnis di sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan dengan tetap mengedepankan praktik keberlanjutan.

“Ke depan, perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan operasional, memperkuat budaya continuous improvement, serta mengelola risiko yang lebih baik agar lebih agile terhadap perkembangan ekonomi global maupun domestik,” ujar Andrianto dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Tonton: Jaga Rupiah dan Inflasi, BI Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps dan Rilis Insentif Swap 10%

Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh

Pada kuartal I 2026, DSNG membukukan pendapatan sebesar Rp 2,88 triliun, tumbuh 8% YoY.

Laba bersih perseroan mencapai Rp 430,43 miliar hingga akhir Maret 2026, meningkat 16,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 368,15 miliar.

Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 492.000 ton per Maret 2026 atau naik 2,7% YoY. Produksi CPO juga meningkat 2,1% YoY menjadi 141.000 ton.

Pertumbuhan produksi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang kinerja perseroan di tengah kondisi pasar yang masih dinamis.

Baca Juga: Pangsa Pasar Meningkat, Alfamart (AMRT) Perkuat Dominasi di Industri Minimarket

Prospek DSNG Masih Menarik

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty menilai prospek emiten CPO pada 2026 masih cukup positif. Faktor pendukung utamanya berasal dari harga CPO global yang tetap tinggi, potensi pemulihan produksi setelah dampak cuaca ekstrem mereda, serta permintaan ekspor yang masih kuat.

Menurutnya, sentimen positif sektor sawit tahun ini juga datang dari program biodiesel domestik yang berpotensi menjaga permintaan CPO.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko seperti kenaikan biaya operasional, ketidakpastian permintaan dari negara importir utama, perubahan kebijakan ekspor, serta fluktuasi nilai tukar.

Senada, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai prospek DSNG hingga akhir 2026 masih cukup positif.

Selain pertumbuhan produksi yang stabil, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) CPO pada kuartal I 2026 yang masih berada di level tinggi turut menopang pendapatan dan profitabilitas perusahaan.

“Prospek DSNG masih positif berkat dukungan harga CPO, pertumbuhan produksi, dan efisiensi operasional,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai kinerja DSNG masih solid dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang berkelanjutan.

Menurutnya, tata kelola perusahaan yang baik, profitabilitas yang kuat, efisiensi pengelolaan utang, serta komitmen terhadap aspek ESG menjadi nilai tambah bagi DSNG.

Karena itu, saham DSNG dinilai masih menarik untuk investasi jangka panjang.

Nafan merekomendasikan buy on weakness untuk saham DSNG dengan target harga Rp 1.635 per saham.


 

BREAKING NEWS! UPDATE KPK Tangkap Tangan Bupati Muara Enim Sumatra Selatan Dkk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×