kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Suplai sukuk negara berkurang, pasar obligasi tetap stabil


Senin, 27 Januari 2020 / 22:00 WIB
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika Dewi

Begitu pun reksadana terproteksi biasanya lebih sering mengoleksi sukuk korporasi daripada SBSN.

Di sisi lain, Wawan memproyeksikan reksadana pendapatan tetap syariah masih menarik di tahun ini. Sentimen positif berasal dari suku bunga BI seven days reverse repo rate yang masih berpotensi turun. 

Kemungkinan suku bunga rendah masih akan berlanjut Wawan lihat terbukti dari kupon Saving Bond Ritel seri SBR009 yang juga menurun ke 6,3%. Selain itu, bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) juga turun ke 6%. 

Baca Juga: Atur soal dealer utama SBSN, Kemenkeu: Untuk perbaiki likuiditas sukuk negara

Hanya saja, tantangan bagi reksadana pendapatan tetap justru semakin berat di 2021 karena insentif pajak kembali naik dengan tingkat pajak yang lebih tinggi ke 15% dari 5% di saat ini. 

"Kemungkinan industri reksadana akan meminta insentif kembali ke pemerintah, jika pemerintah tidak menyetujui maka bisa mengurangi minat investor ke reksadana pendapatan tetap," kata Wawan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×