kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Suplai sukuk negara berkurang, pasar obligasi tetap stabil


Senin, 27 Januari 2020 / 22:00 WIB
Suplai sukuk negara berkurang, pasar obligasi tetap stabil
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika Dewi

Begitu pun reksadana terproteksi biasanya lebih sering mengoleksi sukuk korporasi daripada SBSN.

Di sisi lain, Wawan memproyeksikan reksadana pendapatan tetap syariah masih menarik di tahun ini. Sentimen positif berasal dari suku bunga BI seven days reverse repo rate yang masih berpotensi turun. 

Kemungkinan suku bunga rendah masih akan berlanjut Wawan lihat terbukti dari kupon Saving Bond Ritel seri SBR009 yang juga menurun ke 6,3%. Selain itu, bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) juga turun ke 6%. 

Baca Juga: Atur soal dealer utama SBSN, Kemenkeu: Untuk perbaiki likuiditas sukuk negara

Hanya saja, tantangan bagi reksadana pendapatan tetap justru semakin berat di 2021 karena insentif pajak kembali naik dengan tingkat pajak yang lebih tinggi ke 15% dari 5% di saat ini. 

"Kemungkinan industri reksadana akan meminta insentif kembali ke pemerintah, jika pemerintah tidak menyetujui maka bisa mengurangi minat investor ke reksadana pendapatan tetap," kata Wawan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×