kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Supaya lebih transparan, otoritas atur pre-closing


Jumat, 10 Februari 2017 / 17:37 WIB
Supaya lebih transparan, otoritas atur pre-closing


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengatur pre-closing. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya marking the close atau praktik dimana seseorang melakukan pembelian saham di saat-saat terakhir.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio menyampaikan pre-closing ini supaya harganya bisa rata tidak ada kaget-kagetan naik signifikan atau turun signifikan. Untuk mengatasi itu BEI sedang mengkaji dua sekema yaitu indikatif price dan random closing.

Indikatif price yaitu selama 10 menit sebelum penutupan pasar, setiap ada kejadian akan dibuka datanya baik itu nilai sahamnya maupun volumenya. Sistem ini sudah dilakukan oleh negara Singapura, Malaysia dan Hongkong. "Hal ini supaya lebih transparan. Karena kita tidak pernah tahu kejadian detailnya," ujar Tito di Jakarta, Jumat (10/2).

Kedua sistem yang sedang dikaji yaitu random closing seperti yang digunakan negara Thailand. Yaitu penutupan pasar tidak lagi pasti pada pukul 16.00 WIB melainkan penutupan bersifat random dalam kurun waktu 15.50 sampai 16.00 WIB. Dan ini yang menentukan penutupannya adalah mesin.

Namun masalahnya untuk random closing ini perlu dibuat aturannya lebih dulu sebab penutupan tidak lagi tepat pada pukul 16.00 WIB. Namun untuk sistem indikatif price tidak perlu adanya aturan baru, sebab aturan transparansi pada dasarnya sudah ada di pasar modal. "Makanya kita akan membuka data setiap penutupan pasar dulu sambil mempelajari random closing," ungkap. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×