kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Strategi BYAN agar tetap untung


Jumat, 31 Mei 2013 / 06:45 WIB
ILUSTRASI. Dunia kini dihadapkan kembali dengan mutasi baru virus Covid-19, yakni varian Omicron.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengerem produksi batubara. BYAN menargetkan produksi batubara di tahun ini mencapai 14 juta-15 juta ton. Target ini turun 7,98%-14,11% dari realisasi 2012 sebanyak 16,3 juta ton.

Eddie Chin Wai Fong, Direktur Utama BYAN menuturkan, memang lebih menitikberatkan pada efisiensi biaya. Maklum, harga batubara sedang turun sehingga BYAN ingin mempertahankan margin laba.

Ada tiga strategi efisiensi yang dilakukan BYAN. Pertama, BYAN ingin menurunkan nisbah kupas (stripping ratio) menjadi 11,3-11,9 kali. Tahun lalu, nisbah kupas BYAN masih di 14,7 kali.

Penurunan nisbah kupas dapat mengerem rata-rata biaya tunai per ton. BYAN berharap rata-rata biaya US$ 74-US$ 77 per ton dari US$ 78,1 per ton di tahun lalu.

Kedua, BYAN berusaha merenegosiasi tarif penambangan batubara dengan pihak kontraktor. "Sejauh ini memang belum berhasil, tapi ada 1-2 kontraktor yang mau menurunkan tarifnya," kata Eddie, di Jakarta, Kamis (30/5).

Strategi ketiga adalah dengan mengurangi tenaga kerja di pertambangan. Pada Kamis (30/5), harga BYAN ditutup turun 1,94% menjadi Rp 7.600 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×