kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Stok minyak AS kembali luber, harga minyak mentah WTI dan Brent kompak turun US$ 1


Kamis, 28 Mei 2020 / 11:28 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak WTI dan Brent turun US$ 1


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Harga minyak terus merosot untuk dua sesi berturut-turut karena data industri Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan stok minyak minyak mentah yang akhirnya mengurangi harapan pemulihan permintaan.

Penurunan pada hari ini, memperpanjang pelemahan yang sudah terjadi sejak Rabu (27/5) karena ketidakpastian tentang komitmen Rusia terhadap pengurangan produksi minyak menjelang pertemuan OPEC+ pada 9 Juni mendatang.

Kamis (28/5), pukul 11.00 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juli 2020 di Nymex turun 4,4%, atau US$ 1,44 menjadi US$ 31,37 per barel. Posisi ini membaik setelah sempat tergelincir sebanyak 5% ke level terendah $ 31,14 pada awal sesi.

Baca Juga: Harga minyak turun 7% dalam dua hari

Serupa, harga minyak mentah berjangka jenis Brent kontrak pengiriman Juli 2020 di ICE Futures juga turun 3,2%, atau US$ 1,10 menjadi US$ 33,64 per barel.

"Kejutan untuk konsensus American Petroleum Institute (API), di mana data inventaris dan ketakutan terhadap rencana Rusia menaikkan produksi membebani harga minyak," kata Stephen Innes,  Chief Global Markets Strategist AxiCorp.

"Seperti yang sering terjadi pada saat menjelang pertemuan OPEC+, fokusnya adalah pada komitmen Rusia dan dapat dimengerti sehingga secara historis mereka telah menjadi penghambat dalam OPEC+," lanjut dia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×