kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Steady Safe (SAFE) mengerek utilisasi di semester kedua


Jumat, 04 September 2020 / 14:45 WIB
ILUSTRASI. Steady Safe (SAFE) saat ini telah mengoperasikan sekitar 70% dari total armada.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steady Safe Tbk (SAFE) kembali mencatat peningkatan utilisasi rata-rata armada pada semester dua tahun ini. Pada saat awal ada penerapan PSBB di Maret 2020 terjadi pembatasan unit operasi hingga 40% dari total bus.

"Secara bertahap sekarang telah dilakukan peningkatan unit operasi bus dan untuk kondisi saat ini telah dioperasikan sekitar 70% dari total armada yang dimiliki SAFE," kata Efris Indria Y.A, Sekretaris Perusahaan Steady Safe dalam keterbukaan informasi, Kamis (3/9).

Sebagai informasi sejauh ini SAFE mempunyai jumlah armada sebanyak 119 unit. Kondisi saat ini juga membuat emiten operator Transjakarta ini memilih untuk mengerem ekspansi. Alhasil, sekarang fokus pada pengoperasian armada 119 bus Volvo agar dapat terutilisasi sebaik mungkin.

Meski demikian, dia menerangkan, perusahaan tersebut tengah melakukan penjajakan awal dalam pengadaan bus listrik. "Hal ini dilakukan agar kami menguasai ilmu dan pengetahuan tentang bus tersebut, sehingga apabila di tahun 2021 Transjakarta mulai membuka lelang bus listrik maka Steady Safe sudah siap untuk terlibat langsung," pungkas Efris.

Selanjutnya: Masuk UMA, saham Steady Safe (SAFE) dicermati BEI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×