kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat di Senin (6/7), Ini Rekomendasi Saham Analis


Minggu, 05 Juli 2026 / 19:08 WIB
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat di Senin (6/7), Ini Rekomendasi Saham Analis
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan. Pada penutupan bursa Jumat (3/7/2026), IHSG naik 131,22 poin atau 2,28% ke level 5.875,78.

Pengamat pasar modal Hendra Wardhana memperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (6/7), meski ruang kenaikannya diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat (3/7). Penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. 

Dari eksternal, pasar merespons positif data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari ekspektasi sehingga memunculkan harapan bahwa bank sentral AS tidak akan lagi agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang. 

Baca Juga: Saham Wahana Interfood (COCO) Melejit Jelang Eksekusi Rights Issue Rp 1,2 Triliun

Optimisme tersebut diperkuat oleh data PMI di sejumlah negara Asia yang masih berada di zona ekspansi, mencerminkan aktivitas ekonomi kawasan tetap solid. Bursa Asia pun kompak menguat, sementara rupiah turut terapresiasi ke kisaran Rp17.962 per dolar AS sehingga menambah sentimen positif bagi pasar domestik. 

Dari dalam negeri, penguatan hampir terjadi di seluruh sektor dengan sektor perindustrian menjadi motor utama, disertai aksi bargain hunting pada sejumlah saham yang sebelumnya telah mengalami koreksi cukup dalam.

"Meski demikian, kenaikan IHSG masih perlu disikapi secara selektif karena belum didukung oleh arus dana asing yang kuat," kata Hendra kepada Kontan, Minggu (5/7/2026). 

Sepanjang tahun berjalan investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp 88 triliun, bahkan pada perdagangan Jumat asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp 16 miliar. Artinya, reli yang terjadi saat ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik dan membaiknya sentimen global dibandingkan adanya arus masuk dana asing. 

Selama investor asing belum berbalik melakukan akumulasi secara konsisten, potensi volatilitas pasar masih tetap tinggi sehingga kenaikan IHSG diperkirakan berlangsung secara bertahap.

Untuk perdagangan Senin (6/7), IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji. 

Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia. 

Baca Juga: Emiten Hotel & Pariwisata Tersengat Momentum Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Sahamnya

Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terjadi aksi ambil untung jangka pendek sehingga pergerakan indeks diperkirakan tetap fluktuatif.

Sementara itu,  Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto menambahkan, penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut setelah indeks berhasil kembali menembus level 5.800.

"Rebound berlanjut dan berhasil membawa IHSG kembali ke level 5800, ini adalah level yang cukup penting untuk menentukan potensi reversal," tulis William dalam risetnya, Minggu (5/7/2026).

Dari sisi likuiditas, William mencermati nilai transaksi harian memang mengalami penurunan. Namun, kondisi tersebut dinilai masih berada dalam batas yang wajar karena penurunannya tidak mencapai 50% di bawah rata-rata transaksi harian.

Untuk perdagangan Senin (6/7/2026), William memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di level 5.800 dan resistance di kisaran 6.000.

Hendra menilai strategi yang lebih tepat untuk pelaku pasar ialah melakukan selective buying pada saham-saham yang masih memiliki momentum teknikal positif. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) layak dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga Rp 1.945, seiring mulai munculnya sinyal akumulasi. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menarik untuk speculative buy dengan target Rp 2.900 didukung prospek sektor logam yang mulai membaik.

Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dapat dipertimbangkan untuk trading buy dengan target Rp 600 karena masih berpotensi memperoleh sentimen positif dari industri nikel dan kendaraan listrik. Adapun PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) layak masuk radar speculative buy dengan target Rp 250 setelah menunjukkan indikasi rebound dari fase konsolidasinya. 

Fokus investor juga masih dapat diarahkan pada sektor perbankan, pertambangan logam, industri, dan media yang berpotensi melanjutkan momentum penguatan, namun tetap dengan disiplin manajemen risiko mengingat arus dana asing masih belum sepenuhnya kembali ke pasar saham Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas, Tapi Sentimen Domestik Masih Membayangi

Sementara itu, William menyarankan buy saham IMPC an BBTN dengan estimasi target harga masing-masing di level Rp 1.600-1.800 an Rp 1.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×