kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sri Mulyani suntik tenaga bagi rupiah


Rabu, 27 Juli 2016 / 21:09 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Reshuffle kabinet menjadi pendorong penguatan nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS. Terutama karena dari sisi eksternal yang masih bersikap wait and see menanti hasil rapat FOMC.

Di pasar spot, Rabu (27/7) valuasi rupiah terangkat 0,29% di level Rp 13.137 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sedangkan di kurs tengah Bank Indonesia posisi rupiah ikut menguat 0,15% di level Rp 13.130 per dollar AS.

Resti Afiadinie, Analis Treasury PT Bank Negara Indonesia mengatakan katalis utama datang dari pengumuman reshuffle kabinet. Ini kembali menimbulkan optimisme pasar akan perkembangan ekonomi Indonesia ke depannya yang diharapkan bisa lebih baik.

“Terutama setelah kembali ditunjukkan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan,” ujar Resti.

Sri Mulyani dianggap layak dan sesuai untuk membawa perekonomian Indonesia ke jalur yang lebih baik. Apalagi beberapa kebijakan terbaru seperti tax amnesty membutuhkan pemantauan serius dalam pelaksananya.

Harapan ini membuat pasar memproyeksi ekonomi Indonesia ke depannya dalam jalur yang positif. Tentunya ini mampu menjadi amunisi bagi rupiah untuk terus pertahankan keunggulan atas dollar AS.

Menurut Resti saat ini ekonomi AS belum didukung oleh data yang solid sehingga menguntungkan posisi rupiah. “Fundamental ekonomi domestik terhitung positif dan kuat, maka penguatan masih besar kemungkinan terjadi,” tebaknya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×