kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pelemahan rupiah diprediksi berlanjut hingga Rabu


Selasa, 26 Juli 2016 / 17:58 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Peluang pelemahan rupiah masih terbuka lantaran mengantisipasi hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Pelaku pasar terus mencari petunjuk kenaikan suku bunga The Fed.

Di pasar spot, Selasa (26/7) nilai tukar rupiah melemah 0,25% ke level Rp 13.175 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya. Sementara kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah terkikis 0,11% ke level Rp 13.150 per dollar AS.

Ekonom PT Bank Permata, Josua Pardede menjelaskan, indeks dollar AS sebenarnya melemah, demikian juga dengan nilai tukar USD terhadap mata uang utama seperti yen. "Yen sebagai mata uang safe haven diburu lantaran harga minyak terus turun," paparnya. Hal ini yang membuat penguatan dollar AS terhadap rupiah terbatas.

Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan mengantisipasi hasil pertemuan FOMC. Kemungkinan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini nyaris tidak ada. Tetapi pasar akan menanti petunjuk kenaikan suku bunga selanjutnya. "Keyakinan pasar bahwa suku bunga The Fed naik tahun ini masih ada minimal satu kali di bulan Desember," lanjut Josua.

Membaiknya data ekonomi AS seperti tenaga kerja, inflasi dan data sektor perumahan semakin mendukung potensi kenaikan suku bunga The Fed. Gejolak ekonomi global pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa juga tidak separah prediksi. Josua memperkirakan rupiah dapat kembali melemah pada perdagangan Rabu (27/7) dengan range pergerakan terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×