kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Proyeksi Kinerja Surya Semesta Internusa (SSIA) di 2024


Selasa, 27 Februari 2024 / 20:07 WIB
Simak Proyeksi Kinerja Surya Semesta Internusa (SSIA) di 2024
ILUSTRASI. Kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) diproyeksikan terkerek naik di tengah prospek sektor properti industri yang cerah.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) diproyeksikan terkerek naik di tengah prospek sektor properti industri yang cerah.

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, kinerja SSIA di tahun 2023 diproyeksikan masih bisa bertumbuh dan menghasilkan laba.

Sebab, sudah terjadi pemulihan ekonomi di tahun lalu. Hal itu tercemin dari kinerja SSIA pada kuartal III 2023. Ini bisa dilihat dari tiga segmen bisnis SSIA sebagai kontributor pendapatan yang semuanya berhasil tumbuh di kuartal III 2023.

“Segmen usaha properti naik 13% secara tahunan, usaha konstruksi naik 13%, dan usaha perhotelan naik 77%,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (27/2).

Baca Juga: Surya Semesta (SSIA) Bidik Kenaikan Marketing Sales 155% Jadi Rp 1 Triliun pada 2024

Untuk prospek di tahun 2024, kinerja SSIA diperkirakan melanjutkan perbaikan dan berpotensi tumbuh. 

Kinerja industri properti berpeluang naik di tahun ini dikarenakan meningkatnya permintaan ruang industri dan pemulihan sektor pariwisata. 

“Peluang tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) yang bisa turun juga akan berdampak positif untuk kinerja SSIA ke depan,” ungkapnya.

Sukarno pun merekomendasikan trading buy saham SSIA dengan target harga Rp 655 per saham, dengan level support Rp 545 per saham.

Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kinerja SSIA di akhir 2023 bisa lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Hal itu berkaca pada kinerja SSIA di kuartal III 2023 yang mencatatkan peningkatan beban operasional, sehingga menurunkan laba.

“Kecuali jika pada tiga bulan terakhir mereka bisa menekan beban biaya operasional, kinerjanya bisa naik” ujarnya kepada Kontan, Selasa (27/2).

Baca Juga: Sektor Properti Industri Diproyeksikan Cerah, Begini Rekomendasi Saham SSIA

Untuk tahun 2024, tampaknya SSIA masih akan fokus mengembangkan lahan industrial di Subang dan penjualan lahan di sekitar Karawang. 

“Ini dengan asumsi akan masuk sejumlah perusahaan untuk berinvestasi, maka diharapkan bisa naikin kinerja dari SSIA,” tuturnya.

Reza pun merekomendasikan beli saham SSIA dengan target harga Rp 675 per saham dalam jangka pendek.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×