kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Surya Semesta (SSIA) Bidik Kenaikan Marketing Sales 155% Jadi Rp 1 Triliun pada 2024


Selasa, 27 Februari 2024 / 19:51 WIB
Surya Semesta (SSIA) Bidik Kenaikan Marketing Sales 155% Jadi Rp 1 Triliun pada 2024
ILUSTRASI. Logo PT Surya Semesta Internusa Tbk SSIA di kantor pusat, Jakarta. Surya Semesta(SSIA) Bidik Kenaikan Marketing Sales 155% Jadi Rp 1 Triliun pada 2024


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 1 triliun pada 2024.

Presiden Direktur Surya Semesta Internusa, Johannes Suriadjaja, mengatakan, jika dilihat dari jumlah lahan, SSIA menargetkan penjualan sekitar 65 hektar tahun ini.

Dari 65 hektar tersebut, SSIA menargetkan 20 hektar dari Karawang dan 45 hektar dari Subang. 

“Ini akan sangat signifikan kontribusinya ke kinerja di tahun ini hingga 2025,” ujarnya kepada Kontan beberapa waktu lalu.

Target tersebut memang cukup tinggi, mengingat marketing sales SSIA di tahun 2023 hanya Rp 392 miliar. Artinya, target marketing sales 2024 naik 155,10% dari capaian tahun lalu.

Baca Juga: Sektor Properti Industri Diproyeksikan Cerah, Begini Rekomendasi Saham SSIA

Kenaikan target itu disumbang dari hitungan pendapatan dari Subang yang diproyeksikan bisa beroperasi maksimal di tahun ini.

“Kami ingin membuktikan kepada market agar semuanya bisa benar terealisasikan dengan baik, yaitu Subang untuk menjadi kota yang hijau, pintar, dan berkelanjutan,” paparnya.

Di tahun ini, proyek ongoing SSIA berada di 12 kota. Rinciannya ada hotel di 7 kota dan konstruksi ada di 5 kota.

 

Untuk rencana ekspansi, SSIA berencana menggarap lahan yang ada di Labuan Bajo. “Saat ini tengah berada di tahap perencanaan untuk membangun resort,” ungkapnya.

SSIA menargetkan pendapatan hingga akhir tahun ini naik 10%-15% di tahun 2023.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Blue Chip & Saham Lapis Kedua Layak Koleksi di Akhir Februari

Perseroan juga menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) di tahun ini senilai Rp 2,3 triliun yang berasal dari pinjaman dan kas perusahaan.

Capex itu diperuntukkan untuk dua hal. Pertama, sebesar Rp 1,3 triliun digunakan untuk pengembangan industri Subang Smartpolitan.

Kedua, sebesar Rp 1 triliun akan dipakai untuk pengembangan portofolio hotel dan konstruksi.

Baca Juga: Surya Semesta (SSIA) Incar Penjualan Lahan Industri 65 Hektar

“Infrastruktur penunjang Subang Smartpolitan ini sangat banyak, mulai dari jalan, air bersih, hingga menara telekomunikasi dan fiber optic,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×