kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,13   -0,18   -0.02%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jumat (1/9)


Kamis, 31 Agustus 2023 / 19:46 WIB
Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jumat (1/9)
ILUSTRASI. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/7/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Reporter: Recha Dermawan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah di perdagangan Kamis (31/8). IHSG turun 0,19% atau 13,39 poin ke 6.953.26 hingga akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan untuk perdagangan Jumat (1/9), IHSG diperkirakan cenderung sideways dengan resistance di level 6.966 - 7.008 dan support 6.906 -6.940.

“Pada perdagangan selanjutnya IHSG akan dipengaruhi oleh data inflasi yang diperkirakan akan naik menjadi 3,33%," kata Abdul Aziz Kepada Kontan, Kamis (31/8).

Selain itu IHSG juga diselimuti sentimen dari data Personal Income, Personal Spending, serta Core PCE Price Index dari Amerika Serikat.

Baca Juga: IHSG Melemah ke 6.953 Kamis (31/8), Net Sell Asing Tembus Rp 847 Miliar

Abdul Aziz pun merekomendasikan trading buy untuk saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga 1.730 – 1.765 dan support di level 1.675–1.695. Ia juga merekomendasikan trading buy saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dengan target price di level 1.250–1.295 dan support di 1.195 – 1.215.

Sementara Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan, IHSG berpeluang menguat dengan support 6.869 dan resistance 7.000 pada akhir pekan ini. 

“Untuk sentimen, kami perkirakan investor akan menanti rilis data inflasi Indonesia dan data manufaktur dari China,” kata Herditya 

Menurut Herditya, saham yang bisa dicermati pada akhir pekan adalah BMRI, AKRA dan ADMR.

Di sisi lain, Maximilianus Nico Demus, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo mengatakan, untuk bulan September, akan ada banyak sentimen bagi IHSG untuk mencoba menggapai asa menuju 7.000. 

Mulai dari data bulanan makro ekonomi, pertemuan The Fed dan Bank Sentral Eropa. Selain itu data inflasi di Amerika Serikat mulai melandai sehingga ada harapan yang lebih besar bagi The Fed untuk menahan tingkat suku bunga mereka.

Dan bila The Fed benar benar akan menahan tingkat suku bunga, hal ini akan memberikan dampak positive bagi pasar global.

Baca Juga: Turun Hari Ini, Begini Proyeksi IHSG Untuk Perdagangan Jumat (1/9)

Tidak lupa, bulan September merupakan bulan penting, dimana ada kemungkinan calon cawapres akan diperkenalkan menjelang dengan pendaftaran capres dan cawapres pada tanggal 19 Oktober mendatang. Apabila hal ini diperkenalkan pada bulan September, dan ternyata cocok bagi pelaku pasar dan investor, maka akan menjadi hal yang positif bagi pasar.

"Sejauh ini kami melihat bahwa IHSG membutuhkan alasan kuat, untuk bisa ditutup di level 7.000. Untuk perdagangan Jumat (1/9), IHSG akan bermain di rentang 6.930 - 7.010 dengan potensi melemah" kata Nicodemus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×