kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.978   18,00   0,11%
  • IDX 7.321   -264,62   -3,49%
  • KOMPAS100 1.020   -39,96   -3,77%
  • LQ45 749   -27,08   -3,49%
  • ISSI 256   -10,71   -4,01%
  • IDX30 396   -14,53   -3,54%
  • IDXHIDIV20 491   -15,97   -3,15%
  • IDX80 115   -4,31   -3,63%
  • IDXV30 133   -4,52   -3,29%
  • IDXQ30 128   -4,76   -3,59%

Outlook Utang dan Tensi Geopolitik Menekan IHSG, Cermati Rekomendasi Saham Berikut


Senin, 09 Maret 2026 / 11:04 WIB
Diperbarui Senin, 09 Maret 2026 / 11:05 WIB
Outlook Utang dan Tensi Geopolitik Menekan IHSG, Cermati Rekomendasi Saham Berikut


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan sepekan terakhir. Hingga penutupan Jumat (6/3/2026), IHSG berada di level 7.585 atau melemah sekitar 7,89% dibandingkan pekan sebelumnya. Pelemahan IHSG berlanjut pada awal pekan ini. Pada Senin (9/3/2026) pukul 10.48 WIB, IHSG melemah 3,47% ke level 7.322,19.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan mengatakan terdapat sejumlah sentimen global dan domestik yang menekan pergerakan IHSG.

Dari sisi global, pasar merespons keputusan Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, meskipun peringkat kreditnya masih berada pada level BBB atau investment grade.

Baca Juga: Pangkas Koreksi, Rupiah Kembali ke Bawah Rp 17.000 Per Dolar AS

“Perubahan ini menjadi sinyal bahwa pasar global mulai lebih mencermati disiplin fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

Sementara dari dalam negeri, kekhawatiran investor juga dipicu oleh persepsi meningkatnya risiko kebijakan fiskal. Beberapa kebijakan ekonomi yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan, seperti peningkatan penyaluran kredit serta program belanja sosial, dinilai menimbulkan kekhawatiran terkait disiplin fiskal dan kepastian arah kebijakan.

Kondisi tersebut turut mendorong arus keluar dana asing dari pasar saham maupun obligasi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk perdagangan selama periode 9-13 Maret 2026, Indo Premier Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di level 7.400 dan resistance di 7.900.

David mengatakan pelaku pasar kemungkinan masih akan mencermati sentimen terkait risiko rating utang serta perkembangan tensi geopolitik global.

“Fokus utama pelaku pasar pada pekan depan kemungkinan masih tertuju pada stabilitas sentimen investor terhadap ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar,” jelasnya.

Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idAA untuk Mayora Indah (MYOR), Prospek Stabil

Selain itu, investor juga akan memperhatikan apakah tekanan jual dari investor asing mulai mereda, stabilitas nilai tukar rupiah, serta respons kebijakan dari Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.

Di sisi lain, pergerakan harga komoditas global juga akan menjadi perhatian, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham-saham sektor energi dan sumber daya alam.

Dalam kondisi pasar yang bergejolak, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan strategi trading pada saham-saham yang berpotensi mengalami breakout.

Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain DAAZ dengan target harga Rp 4.200, ELSA dengan target Rp 900 melalui strategi buy on pullback, serta SIMP dengan target harga Rp 685 melalui strategi buy on breakout.

Selain saham, Indo Premier Sekuritas juga merekomendasikan investor mencermati reksa dana saham Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC) yang dinilai memiliki prospek menarik seiring dinamika global saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×