kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Simak, ini kriteria rights issue yang menarik versi analis


Senin, 11 Mei 2020 / 21:20 WIB
Simak, ini kriteria rights issue yang menarik versi analis
ILUSTRASI. Investor mengamati pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (29/4/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 37,76 poin atau 0,83% ke 4.567,32 pada akhir perdagangan Rabu (29/4). Sebanyak 202 saham naik, 183 saham turun dan 149


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten bersiap mencari dana di pasar modal lewat mekanisme rights issue atau menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Sejauh ini, Kontan.co.id mencatat sudah ada delapan emiten yang tengah bersiap-siap melakukan rights issue.

Lalu, bagaimana menilai prospek emiten yang akan melakukan rights issue ini?

Baca Juga: Emiten ramai rights issue, pertanda pasar sudah kondusif?

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, salah satu kriteria menariknya suatu rights issue untuk dieksekusi adalah adanya pembeli siaga (standby buyer). Pembeli Siaga adalah pihak yang akan membeli baik sebagian maupun seluruh sisa saham dan/atau efek bersifat ekuitas lainnya yang tidak diambil oleh pemegang HMETD.

“Lalu apa tujuan rights issue tersebut. Sejauh pengamatan saya kalau yang tujuannya untuk melunasi utang agak kurang diminati,” ujar William kepada Kontan.co.id, Senin (11/5).

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menilai, investor memang perlu memperhatikan tujuan dari penggunaan dana rights issue. Investor juga mesti mencermati bagaimana kinerja serta strategi bisnis yang selama ini dilakukan perusahaan.

“Bagi perusahaan yang selama ini pengelolaannya baik dan selalu sesuai dengan rencana, bisa dipertimbangkan untuk eksekusi,” ujar dia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (11/5).

Baca Juga: Dana kelolaan industri reksadana mulai naik perlahan

Selain itu, harga pelaksanaan juga bisa dijadikan pertimbangan apakah cukup sesuai dengan kondisi perusahaan sekarang dan prospeknya ke depan. Aria mengamini, suatu rights issue akan lebih menarik ketika harga pelaksanaannya berada di bawah harga pasar.

“Namun dengan kondisi saat ini tentu tidak mudah juga untuk menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pasar,” tutup dia.

Kontan.co.id mencatat, setidaknya ada tujuh emiten yang siap menggelar aksi rights issue. Emiten-emiten tersebut adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB), dan PT PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR).

Baca Juga: JPFA hingga SCMB akan rights issue, mana yang paling menarik dieksekusi?

Entitas anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), yakni PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) juga berencana untuk melakukan aksi korporasi ini.

Ada pula PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), dan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) yang berencana menerbitkan saham baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×