kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Serangan Brussel bikin investor global cemas


Rabu, 23 Maret 2016 / 05:17 WIB
Serangan Brussel bikin investor global cemas


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS tertekan pada penutupan transaksi Selasa (22/3). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,1% menjadi 2.049,80.

Penurunan juga terjadi pada indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 0,23% menjadi 17.582,57. Sedangkan indeks Nasdaq berhasil naik sebesar 0,27% menjadi 4.821,66.

Sektor transportasi menjadi sektor dengan penurunan terdalam dari 24 sektor yang ada. Sejumlah saham yang mempengaruhi bursa AS di antaranya Royal Carribean Cruises Ltd dan Carnival Corp yang masing-masing turun 2,1% lebih.

Sebaliknya, saham-saham bioteknologi dan teknologi seperti Apple Inc, Amgen Inc dan Abbvie Inc memberikan kontribusi terbesar bagi kenaikan indeks pada hari ini.

Wall Street tertekan setelah investor ramai-ramai hengkang dari pasar saham akibat ledakan yang terjadi di bandara dan stasiun subway di Brussels. Sekadar mengingatkan, dua bom meledak di dua lokasi berbeda hanya selang satu jam.

Insiden ini, yang menyusul kejadian serupa di Paris dan Istanbul, semakin memicu kecemasan keamanan di Eropa. Apalagi pemerintahan Eropa tengah berupaya membatasi jumlah migran yang masuk.

"Pasar memang lebih tahan banting dibanding yang diprediksi setelah serangan teroris," jelas Michael Antonelli, institutional equity sales trader and managing director Robert W Baird & Co di Milwaukee.

Dia menilai, saat ini market masih akan berada di wilayah negatif. "Tapi saya cukup terkejut karena penurunan market tidak terlalu dalam. Berita bom seharusnya memukul sentimen market," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×